Sosok Jenderal Agus Subiyanto, Tak Hanya Juara Menembak dan Jago Gelut, Tapi Juga Mahir Ini 

Jakarta (kilnas.com) – Wilayah Cimahi, Jawa Barat, dikenal sebagai Kota Tentara. Sejak masa penjajahan Belanda, di kota itu berdiri tangsi-tangsi militer sebagai benteng pertahanan bagi Kota Bandung.

Lazimnya permukiman tentara, anak-anak di sana pun kerap terlibat tawuran. Tak kecuali Agus Subiyanto, meski ayahnya cuma tentara berpangkat rendah, sersan kepala.

Suatu hari Agus pulang dengan wajah lebam-lebam karena di-bully beberapa kakak kelasnya. Sang ayah, Serka Deddy Unadi, tak marah.

“Biasalah anak lelaki mah,” ujar Deddy dalam bahasa Sunda, seperti ditulis Agus dalam biografi ‘Believe’ yang diterbitkan Kompas Penerbit Buku, Oktober 2021.

Sadar postur tubuh anaknya itu tergolong kecil dan kerempeng kurang gizi, Agus pun diizinkan mengikuti latihan bela diri. Kelak, memasuki remaja Agus dilaporkan kerap berkelahi.

Bukan keroyokan dengan membawa senjata tajam seperti banyak terjadi belakangan ini, tapi duel. Dilakukan dengan jantan layaknya seorang lelaki. Dari situlah teman-temannya menjuluki Agus si ‘Jago Gelut’ alias jago berkelahi.

Saat SMA, Agus Subiyanto mulai mengenal dan menggemari musik, khususnya The Beatles. Ia pertama kali mengenal grup asal Liverpool itu dari koleksi kakak sepupunya.

Agus merasa sreg dan mulai berlatih, genjrang-genjreng memetik gitar. Kegemaran yang didukung dengan bakat itu membuatnya tak butuh waktu lama untuk mahir memetik gitar.

Bersama beberapa teman bermain berbeda sekolah saat SMA, dia akhirnya membentuk band. Namanya TRAF, inisial dari nama para personel band.

Di Akmil, kegemarannya bermusik itu mendapat saluran khusus. Agus aktif di detasemen musik (Densik) dan kerap tampil di berbagai acara.

Dia bersama personel Densik pernah mengiringi vokalis jazz terkenal kala itu, Iga Mawarni. Hobinya itu tetap tersalurkan meski bintang tiga telah tersemat di pundak.

Di Instagramnya, Agus antara lain mengunggah aksinya bermain gitar bersama KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurrahman yang menabuh drum, mengiringi KSAD Singapura Major General David Neo Chin Wee.

David datang ke Jakarta untuk menerima penghargaan Bintang Kartika Eka Paksi Utama dari KSAD Jenderal Dudung pada 18 September lalu. Di hari itu, David juga berulang tahun ke-46.

“Official Lunch The Indonesian Army Chief Of Staff & Chief Of The Singapore Army,” tulis Agus pada 18 September 2023.

Selain bermusik, dari foto-foto yang diunggah di Instagramnya Agus menjaga kebugaran dengan melakukan berbagai olahraga, seperti gerak jalan, bulu tangkis, silat, hingga touring dengan sepeda motor trail dan motor besar. Satu hal yang juga tak dilewatkannya sebagai tentara adalah tetap berlatih menembak.

Hasilnya, pada 6 November 2022, dia pernah menjadi juara menembak jenis Novelty Shot Exhibition pada pembukaan AARM (ASEAN Army Rifel Meet) ke-30 di National Military Training Center, Hanoi, Vietnam.

Lomba menembak tersebut, menurut rilis Dinas Penerangan Angkatan Darat, diikuti oleh para Wakil Kepala Staf Angkatan Darat negara-negara ASEAN untuk kategori menembak pistol dengan sasaran plat baja. Selamat dan sukses Jenderal…

(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here