Wali Kota Semarang Agustina Dorong Pengamalan Pancasila melalui Sekolah Laboratorium Pancasila

SEMARANG (Sigijateng.id) — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong penanaman nilai-nilai Pancasila melalui kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah. Upaya tersebut dikembangkan melalui program Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP), hasil kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Lembaga Pendidikan (YPLP), yang menyasar siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.

Kerja sama yang ditandatangani pada Senin (19/10) di Ruang Rapat Walikota menjadi landasan pelaksanaan program SLP di Kota Semarang hingga 31 Desember 2030. Program ini mencakup penguatan wawasan kebangsaan, pola hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, jiwa kewirausahaan, dan kecakapan hidup.

Agustina menekankan bahwa pengamalan Pancasila perlu dimulai dari diri sendiri dan diwujudkan secara konsisten dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan karakter di sekolah diharapkan membantu siswa memahami nilai-nilai Pancasila sekaligus menerapkannya dalam kehidupan bersama.

“Kita tidak boleh berhenti, dan hal-hal yang harus kita lakukan itu kita mulai dari kita,” ujar Agustina.

Sementara itu Ketua YPLP, Dr. Ir. Hamry Gusman Zakaria, M.M., menyampaikan bahwa program SLP juga berpotensi dikembangkan melalui pengukuran karakter generasi muda. YPLP mengusulkan lima indeks, yakni wawasan kebangsaan, degradasi moral, pola hidup sehat, lingkungan hidup, dan jiwa kewirausahaan.

“Akan disusun indeks wawasan kebangsaan untuk Gen Alpha dan Gen Z pertama di Indonesia,” kata Hamry.

Menurut Hamry, indeks tersebut diharapkan dapat memetakan pemahaman generasi muda terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI, termasuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pengukuran diharapkan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan program dan intervensi sesuai kebutuhan wilayah.

Pelaksanaan SLP dirancang melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Ruang lingkupnya meliputi pemetaan kondisi awal satuan pendidikan, penyusunan program, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pembentukan satuan tugas, serta pelibatan berbagai pihak sesuai kebutuhan.

Melalui program ini, Agustina berharap nilai-nilai Pancasila tumbuh dalam keseharian siswa melalui sikap saling menghormati, kepedulian terhadap lingkungan, pola hidup sehat, dan tanggung jawab. Pembiasaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pendidikan karakter generasi muda di Kota Semarang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini