Kilnas.com — Merosotnya harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membuat investasi Telkomsel semakin jauh dari titik balik modal. Dengan acuan harga Rp30, saham tersebut membutuhkan kenaikan sekitar 800% untuk kembali menyamai harga perolehan sekitar Rp270 per saham.
Harga Rp30 tercatat dalam data TradingView pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026. Angka tersebut digunakan sebagai dasar perhitungan, bukan harga perdagangan terbaru Selasa, 6 Oktober.
Telkomsel tercatat menggenggam sekitar 23,72 miliar saham GOTO berdasarkan data per 31 Agustus 2026. Adapun harga konversi investasinya sekitar Rp270 per saham, sebagaimana diberitakan ANTARA pada 7 September 2026.
Dengan asumsi kepemilikan tersebut belum berubah, nilai pasar saham GOTO milik Telkomsel pada harga Rp30 mencapai sekitar Rp711,6 miliar.
Sebagai pembanding, perkalian jumlah saham dengan harga perolehan sekitar Rp270 menghasilkan nilai investasi sekitar Rp6,40 triliun. Artinya, terdapat penyusutan nilai sekitar Rp5,69 triliun atau 88,89% di atas kertas.
Turun Hampir 89%, Pemulihannya Membutuhkan 800%
Besarnya kenaikan yang dibutuhkan untuk balik modal berbeda dari persentase penurunan karena dasar perhitungannya berubah.
Dari harga perolehan Rp270 menuju Rp30, saham kehilangan Rp240 atau sekitar 88,89% nilainya. Namun, untuk kembali dari Rp30 menuju Rp270, tambahan Rp240 tersebut setara dengan 800% dari harga Rp30.
Dengan demikian, harga saham harus menjadi sembilan kali posisi Rp30 agar kembali menyamai harga perolehan.
Bahkan jika harga GOTO naik 100% menjadi Rp60, nilainya masih sekitar 77,78% di bawah acuan Rp270. Kenaikan dua kali lipat dari posisi rendah belum cukup menutup penurunan yang sudah sangat dalam.
Perhitungan ini menggambarkan jarak pemulihan nilai saham. Angka 800% bukan target harga, proyeksi analis, ataupun kepastian bahwa GOTO akan mencapai harga tersebut.
Kembali ke Gocap Pun Belum Cukup
Apabila GOTO kembali ke Rp50, harga saham memang akan meningkat sekitar 66,67% dari Rp30. Namun, pemulihan tersebut masih menyisakan selisih besar terhadap harga perolehan Telkomsel.
Pada Rp50, sebanyak 23,72 miliar saham bernilai sekitar Rp1,19 triliun. Nilainya masih sekitar Rp5,22 triliun lebih rendah dibandingkan estimasi modal berdasarkan harga Rp270 per saham.
Bahkan dari posisi Rp50, GOTO masih membutuhkan kenaikan 440% untuk kembali mencapai Rp270.
Hitungan tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan harga saham dari posisi rendah belum tentu berarti investasi pemegang saham lama sudah kembali ke modal awal.
Telkomsel Menekankan Manfaat Strategis
Manajemen Telkomsel sebelumnya menempatkan investasi GOTO sebagai kemitraan jangka panjang yang juga mengejar manfaat sinergi bisnis.
“Pergerakan saham GOTO mencerminkan dinamika pasar dan tidak merepresentasikan manfaat strategis dari kemitraan tersebut,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan, dalam Public Expose Live pada 7 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan sebelum periode perdagangan yang menjadi acuan perhitungan ini.
Estimasi penyusutan Rp5,69 triliun hanya membandingkan nilai saham pada harga Rp30 dengan estimasi harga perolehannya. Perhitungan tersebut belum memasukkan manfaat komersial kemitraan, penerimaan lain, maupun biaya transaksi.








































