SEMARANG (Kilnas.com) — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan melalui pemeliharaan sungai dan saluran serta penyiapan peralatan penanganan banjir. Dari 38 lokasi yang menjadi sasaran pemeliharaan, pekerjaan telah dilakukan di 33 lokasi, sementara lima lainnya masih berproses. Upaya ini didukung 119 unit pompa dengan kapasitas total 92.190 liter per detik.
“Pemeliharaan sungai dan saluran ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mengantisipasi musim hujan. Pengerukan dilakukan agar aliran air lebih lancar sekaligus membantu mengurangi risiko banjir dan genangan di berbagai wilayah Kota Semarang,” ujar Agustina.
Pemeliharaan sungai dan saluran mencakup wilayah timur, utara, barat, serta tengah dan selatan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto menyebut sejumlah lokasi yang telah dikerjakan antara lain Saluran Jalan Gajah sepanjang 600 meter, Kali Bunggel Pedurungan Tengah sepanjang 1,5 kilometer, Sungai Karanganyar sepanjang 1,4 kilometer, serta Sungai Jumbleng Jerakah sepanjang 1,2 kilometer.
Pekerjaan juga mencakup Saluran Padi Raya, Sungai Tapak Tugurejo, Sungai Silandak ruas Purwoyoso, serta sejumlah saluran di kawasan Tembalang dan Semarang Tengah. Sementara itu, lima lokasi yang masih dalam proses pengerjaan meliputi Kali Sodor, Kali Sier, Kali Semarang ruas Kuningan, Kali Semarang ruas Lodan Raya, dan Saluran Buludrain.
Untuk mendukung pekerjaan di lapangan, DPU memiliki 66 unit dump truck dan 57 unit alat berat. Selain 119 unit pompa dengan kapasitas gabungan 92.190 liter per detik atau sekitar 92,19 meter kubik per detik, tersedia pula 101 unit pompa portabel.
Terkait sedimentasi di Banjir Kanal Barat, Suwarto mengatakan DPU telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Pengerukan oleh BBWS telah dimulai dari bagian hilir, termasuk kawasan depan The Park, sesuai kewenangan lembaga tersebut.
“Saat ini BBWS sudah mulai mengeruk dari bagian hilir terlebih dahulu, termasuk di depan The Park. Penanganannya masih berproses karena menjadi kewenangan BBWS,” jelas Suwarto.
Selain kesiapan infrastruktur, Agustina mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air guna meminimalkan risiko genangan.
“Langkah pemeliharaan sungai, kesiapan peralatan, dan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan ini perlu berjalan beriringan agar risiko banjir selama musim hujan dapat kita tekan secara optimal,” pungkas Agustina.




































