- Kilnas.com – Setir mobil terasa longgar atau oblak saat dikendarai bukan sekadar persoalan kenyamanan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan pengemudi mengendalikan kendaraan, terutama ketika melaju dalam kecepatan tinggi atau melakukan manuver mendadak.
Karena itu, pemilik mobil perlu mengenali penyebab setir mobil tidak stabil sebelum gangguan berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Gejala setir mobil oblak biasanya ditandai dengan adanya jeda antara putaran kemudi dan respons roda depan. Pengemudi mungkin merasa harus memutar setir lebih jauh untuk mengubah arah kendaraan. Dalam kondisi tertentu, mobil juga terasa sulit berjalan lurus dan membutuhkan koreksi kemudi secara terus-menerus.
“kondisi setir oblak dapat ditandai dengan adanya jeda saat setir diputar, mobil sulit berjalan lurus, hingga muncul getaran ketika melaju pada kecepatan tertentu.” tulis Suzuki di situs resminya yang dilihat Rabu (4/11/2026).
Suzuki juga menjelaskan bahwa gejala tersebut dapat berkaitan dengan masalah sistem kemudi maupun komponen kaki-kaki kendaraan.
Ada beberapa komponen yang perlu diperiksa ketika setir mobil mulai terasa longgar. Salah satunya adalah tie rod, yaitu bagian yang menghubungkan sistem kemudi dengan roda depan.
Komponen ini berperan meneruskan gerakan setir agar roda bergerak sesuai arah yang diinginkan pengemudi.
Jika tie rod mengalami keausan atau sambungannya mulai longgar, respons kemudi dapat terganggu. Gejalanya bisa berupa setir kurang presisi, muncul bunyi ketika melewati jalan tidak rata, hingga kendaraan cenderung bergerak ke salah satu sisi.
Selain tie rod, kerusakan rack steer juga dapat menjadi penyebab setir mobil terasa oblak. Komponen ini berfungsi meneruskan putaran setir menjadi gerakan roda.
Apabila terdapat keausan pada bagian dalam atau dudukannya, respons kemudi bisa menjadi kurang akurat.
Masalah lain dapat berasal dari ball joint dan komponen suspensi. Bagian tersebut membantu menjaga posisi serta pergerakan roda ketika kendaraan melintasi berbagai kondisi jalan.
Keausan pada sambungannya berpotensi menimbulkan bunyi dan mengganggu kestabilan kendaraan.
Tidak hanya itu, kondisi ban dan velg juga perlu diperhatikan. Ban yang aus tidak merata, tekanan angin yang tidak sesuai, atau velg yang mengalami perubahan bentuk akibat benturan dapat memicu getaran pada setir.
Namun, getaran tidak selalu berarti sistem kemudi mengalami kerusakan sehingga diperlukan pemeriksaan untuk memastikan sumber masalahnya.
Lantas, apakah setir mobil yang longgar masih aman digunakan?
Jawabannya bergantung pada tingkat gangguan dan penyebabnya. Jika respons kemudi sudah tidak normal, mobil sulit dikendalikan, atau muncul bunyi keras dari bagian kaki-kaki, sebaiknya kendaraan tidak dipaksakan untuk perjalanan jauh maupun kecepatan tinggi.
Pengemudi juga sebaiknya tidak langsung melakukan spooring dan balancing tanpa pemeriksaan komponen. Kedua tindakan tersebut membantu mengatur keselarasan dan keseimbangan roda, tetapi tidak dapat memperbaiki tie rod, ball joint, atau rack steer yang sudah mengalami kerusakan.
Untuk mencegah setir mobil oblak, pemilik kendaraan perlu melakukan servis berkala, memeriksa kondisi kaki-kaki, menjaga tekanan angin ban, serta menghindari benturan keras ketika melewati jalan berlubang.
Pada akhirnya, setir mobil terasa longgar merupakan gejala yang tidak sebaiknya diabaikan. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan sumber gangguan secara tepat sekaligus mencegah kerusakan merembet ke komponen lain.
Hal yang lebih penting, sistem kemudi yang bekerja optimal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan selama perjalanan.*







































