Layar Besar Jadi Andalan Mobil Listrik China, Kini Berpotensi Kena Pembatasan

Kilnas.com – China berencana melarang penggunaan sejumlah layar berukuran besar pada kendaraan, terutama yang berpotensi mengganggu konsentrasi pengemudi. Rencana ini menjadi perhatian karena layar sentuh berukuran besar justru semakin banyak digunakan produsen mobil listrik untuk menggantikan tombol fisik di dasbor.

Selama beberapa tahun terakhir, layar besar menjadi salah satu daya tarik mobil listrik modern. Berbagai fungsi, mulai dari pengaturan pendingin kabin, hiburan, hingga sejumlah fitur kendaraan, dikendalikan melalui layar sentuh. Namun, desain tersebut kini mendapat sorotan karena pengemudi bisa kehilangan fokus ketika harus melihat layar untuk mengoperasikan fungsi tertentu.

Berdasarakan laporan Carscoops yang terbit pada 23 Oktober 2026, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) mengusulkan aturan baru untuk meningkatkan keselamatan kendaraan.

“Usulan itu mencakup pemeriksaan terhadap layar infotainment berukuran besar, layar lain di dalam kabin, serta head-up display (HUD), termasuk risiko gangguan konsentrasi dan keamanan perangkat ketika terjadi kecelakaan, ” tulis laporan Carscoope yang dilihat Selasa (27/10/2026).

Layar Besar Tak Selalu Membuat Berkendara Lebih Mudah

Penggunaan layar sentuh sebenarnya menawarkan kemudahan karena sejumlah fungsi kendaraan dapat dikendalikan dari satu tempat. Namun, persoalan muncul ketika pengemudi harus membuka beberapa menu hanya untuk melakukan pengaturan sederhana.

Berbeda dengan tombol fisik yang bisa dikenali melalui sentuhan, layar sentuh mengharuskan pengemudi melihat posisi dan pilihan menu yang tersedia. Jika terlalu banyak fungsi dipindahkan ke layar, perhatian pengemudi bisa teralihkan dari kondisi jalan di depannya.

Karena itu, persoalannya bukan semata-mata ukuran layar, melainkan bagaimana perangkat tersebut dirancang dan digunakan. Layar besar dengan menu yang rumit justru berpotensi menambah pekerjaan pengemudi, terutama ketika kendaraan sedang bergerak.

Dalam usulannya, regulator China juga menyoroti penggunaan layar fleksibel dan layar lipat pada kendaraan. Teknologi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian dari sisi keselamatan, meskipun penerapan aturan akhirnya masih menunggu keputusan regulator.

Kursi Canggih dan Lampu Kustom Ikut Disorot

Selain layar, China juga berencana memperketat aturan sejumlah fitur yang mengutamakan kenyamanan. Salah satunya adalah kursi zero gravity, yakni kursi yang memungkinkan penumpang mengambil posisi duduk lebih santai dengan menopang bagian kaki.

Fitur tersebut memang dapat meningkatkan kenyamanan saat perjalanan. Namun, posisi kursi yang terlalu rebah atau diputar ketika kendaraan berjalan berpotensi mengurangi perlindungan penumpang saat pengereman mendadak maupun tabrakan.

Regulator juga menyoroti lampu LED siang hari yang memungkinkan pemilik mengubah desain pencahayaan. Sementara itu, penggunaan perintah suara untuk menjalankan fungsi penting, seperti lampu depan, membuka pintu, dan membuka kap mesin, turut masuk dalam pembahasan aturan baru tersebut.

Aturan Baru Ditargetkan Berlaku Mulai 2027

Jika disetujui, ketentuan tersebut akan diterapkan pada kendaraan yang mengajukan persetujuan model baru mulai 1 Januari 2027. Kendaraan yang telah memperoleh persetujuan sebelumnya juga harus memenuhi persyaratan teknis sesuai tenggat yang ditetapkan regulator.

Produsen yang tidak memenuhi ketentuan keselamatan dapat menghadapi konsekuensi, termasuk penghentian produksi atau penarikan kendaraan jika ditemukan risiko yang memenuhi kriteria terkait. Meski demikian, rencana ini masih berupa usulan sehingga aturan finalnya tetap perlu ditunggu.

Langkah China menunjukkan bahwa perkembangan teknologi otomotif tidak cukup hanya mengandalkan fitur yang terlihat modern. Produsen juga perlu memastikan setiap perangkat mudah digunakan dan tidak menambah risiko bagi pengemudi maupun penumpang.

Pada akhirnya, mobil bukan sekadar ruang hiburan dengan layar besar dan berbagai fitur digital. Teknologi seharusnya membantu pengemudi berkonsentrasi di jalan, bukan membuat mereka lebih sering mengalihkan pandangan dari kondisi lalu lintas.*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini