Kilnas.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya polusi udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Budi di akun Instagram pribadinya @bgsadikin, Senin (26/10/2026). Menyebut kadar PM2.5 di wilayah tersebut sangat tinggi dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Kabut asap juga disebut sangat tebal, sementara partikel PM2.5 yang berukuran sangat kecil dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga paru-paru.
“Kondisi udara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kabut asapnya sangat tebal dengan tingkat polusi PM 2.5 yang sangat tinggi. Partikel ini sangat kecil dan berbahaya,” ujarnya.
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat menembus saluran pernapasan.
Paparan terhadap partikel tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Karena itu, Budi mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap penggunaan masker secara berlapis otomatis memberikan perlindungan lebih baik.
Menurutnya, hal terpenting adalah memastikan masker terpasang rapat pada wajah.
“Makanya, sekadar mendobel masker saja tidak akan efektif dan bahkan salah kaprah kalau pinggirannya tidak rapat,” tuturnya.
Ia meminta masyarakat memastikan masker menutup wajah dengan baik, terutama pada bagian hidung dan pipi.
Celah pada sisi masker dapat membuat partikel dari udara tercemar tetap masuk dan terhirup.
Selain perlindungan saat berada di tengah kabut asap, Budi juga mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
Masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk berat atau sesak napas diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.*








































