Kilnas.com – NASA resmi memulai hitung mundur peluncuran misi Artemis II, yang menjadi langkah penting dalam upaya mengembalikan manusia ke orbit Bulan setelah lebih dari setengah abad.
Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 1 April 2026 pukul 18.24 waktu setempat dari Kennedy Space Center. Tahapan hitung mundur telah dimulai dua hari sebelumnya sebagai bagian dari persiapan akhir misi berawak tersebut.
Pihak NASA memastikan seluruh komponen misi berada dalam kondisi siap. Administrator asosiasi NASA, Amit Kshatriya, menyatakan bahwa wahana, sistem pendukung, dan kru telah melewati berbagai pengujian ketat dan dinyatakan layak untuk diluncurkan. Ia menambahkan bahwa Artemis II merupakan bagian dari program jangka panjang untuk membangun kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan.
Misi ini akan membawa empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta Jeremy Hansen. Saat ini, keempatnya tengah menjalani masa karantina sambil menyelesaikan persiapan terakhir sebelum keberangkatan.
Artemis II juga mencatatkan sejumlah tonggak penting, termasuk menjadi misi ke Bulan pertama yang melibatkan perempuan, astronaut kulit berwarna, serta perwakilan non-Amerika. Hal ini mencerminkan komitmen eksplorasi luar angkasa yang lebih inklusif.
Penerbangan ini sekaligus menjadi debut roket Space Launch System (SLS), yang dirancang sebagai tulang punggung eksplorasi luar angkasa masa depan. Roket ini diharapkan mampu mendukung misi berulang ke Bulan hingga eksplorasi lebih jauh ke Mars.
Meski persiapan telah mencapai tahap akhir, perjalanan menuju peluncuran sempat mengalami hambatan. Jadwal awal pada Februari harus ditunda akibat kendala teknis yang mengharuskan roket kembali ke hanggar untuk evaluasi dan perbaikan.
Dari sisi cuaca, NASA memperkirakan peluang kondisi ideal mencapai 80 persen. Namun, faktor seperti angin kencang, tutupan awan, serta aktivitas matahari tetap menjadi perhatian utama yang dapat memengaruhi jadwal peluncuran.
Jika terjadi penundaan, NASA telah menyiapkan jendela peluncuran alternatif hingga 6 April 2026 sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko. ***








































