Sosok Esmail Qaani, Jenderal Iran yang Dituding Berkhianat di Lingkaran Dekat Ali Khamenei

Kilnas.com – Di tengah duka nasional Iran atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, sorotan tajam kini tertuju pada Jenderal Esmail Qaani. Komandan Pasukan Quds tersebut menjadi satu-satunya pejabat tinggi yang secara misterius selamat dari serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu, memicu spekulasi liar mengenai kemungkinan adanya pengkhianatan di lingkaran inti Teheran.

Spekulasi Spionase dan “Keberuntungan” yang Janggal

Esmail Qaani (67), yang memimpin sayap operasi luar negeri Garda Revolusi Iran (IRGC), kini menghadapi tuduhan serius terkait spionase. Keraguan publik muncul bukan tanpa dasar; Qaani tercatat telah selamat dari tiga upaya pembunuhan besar dalam beberapa tahun terakhir, termasuk serangan mematikan akhir pekan lalu yang menyasar kompleks kepemimpinan senior Iran.

Meski dinas intelijen Israel, Mossad, sempat merilis pernyataan resmi bahwa Qaani bukanlah agen mereka, spekulasi mengenai pembelotan sang jenderal ke pihak lawan tetap kencang berhembus. Kecurigaan semakin diperkuat dengan fakta bahwa nama Qaani tidak tercantum dalam daftar target eliminasi terbaru yang dirilis oleh militer Israel, meskipun perannya sangat vital dalam mengoordinasikan “Poros Perlawanan” di Timur Tengah.

Rekam Jejak Kepemimpinan yang Dipertanyakan

Sejak ditunjuk menggantikan mendiang Qassem Soleimani pada 2020, masa jabatan Qaani diwarnai dengan rentetan pukulan telak bagi proksi Iran. Di bawah komandonya, tokoh-tokoh kunci seperti Ismail Haniyeh (Hamas) dan Hassan Nasrallah (Hizbullah) berhasil dieliminasi. Ketidakmampuan Qaani dalam melindungi jaringan regional ini menimbulkan tanda tanya besar di internal IRGC mengenai loyalitas dan efektivitas kepemimpinannya.

Qaani juga memiliki riwayat “hilang dan muncul” yang kontroversial. Pada Juni 2025, ia sempat dinyatakan tewas namun tiba-tiba muncul di hadapan publik dengan pakaian sipil. Pola serupa terulang pada Oktober 2024, di mana ia dikabarkan sedang menjalani interogasi internal sebelum akhirnya ditampilkan kembali di televisi pemerintah.

Isu Penangkapan dan Eksekusi di Tengah Kekacauan

Memasuki Kamis (5/3/2026), laporan mengenai nasib Qaani semakin simpang siur. Sejumlah laporan yang dikutip oleh The National menyebutkan bahwa sang jenderal kemungkinan telah ditahan, diinterogasi secara intensif, atau bahkan telah dieksekusi oleh internal IRGC atas dugaan pengkhianatan.

“Ia berhasil melarikan diri saat pemboman yang menewaskan Khamenei, sebuah kebetulan yang sangat sulit diterima oleh intelijen internal,” tulis salah satu laporan yang beredar luas di media sosial.

Hingga saat ini, baik Pemerintah Iran maupun markas besar IRGC belum memberikan pernyataan resmi terkait status hukum maupun keberadaan fisik Esmail Qaani. Di tengah masa berkabung nasional, ketidakpastian mengenai sosok komandan tertinggi ini menambah kerumitan krisis politik yang tengah melanda Teheran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini