Kilnas.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyampaikan surat belasungkawa atas berpulangnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dokumen diplomatik tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam sebuah pertemuan bilateral yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (4/3/2026).
Melalui keterangan resminya, Menlu Sugiono mengonfirmasi bahwa surat tersebut ditujukan kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sebagai bentuk simpati tertinggi dari rakyat Indonesia. Sugiono menegaskan bahwa penggunaan surat resmi merupakan pilihan medium diplomasi yang paling santun dan formal dalam situasi duka kenegaraan seperti ini. Selain menyerahkan surat tersebut, pertemuan kedua pejabat negara ini juga dimanfaatkan untuk membedah situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas pasca-insiden tersebut.
Dalam dialognya bersama Dubes Boroujerdi, Pemerintah Indonesia menekankan posisi tegas terkait pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. Indonesia mendorong semua pihak untuk menahan diri guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. Sugiono menggarisbawahi bahwa jalur diplomasi harus tetap menjadi prioritas utama untuk meredam ketegangan di kawasan yang tengah bergejolak.
Sebagaimana diketahui, Ayatollah Ali Khamenei wafat dalam sebuah serangan udara gabungan pada Sabtu (28/2/2026) lalu. Tragedi tersebut tidak hanya merenggut nyawa Sang Pemimpin Tertinggi, tetapi juga anggota keluarganya. Saat ini, Iran tengah berada dalam masa berkabung nasional selama 40 hari. Jenazah Khamenei dijadwalkan akan dimakamkan di tanah kelahirannya, Mashhad, setelah melalui rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan yang dimulai sejak Rabu malam waktu setempat di Teheran.








































