Kilnas.com – Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyatakan sambutan positif atas tawaran Indonesia untuk menjadi mediator dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran. Pernyataan ini muncul setelah AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sejak Sabtu lalu.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap bertolak langsung ke Teheran guna menjalankan peran mediasi, dengan catatan kedua pihak yang bertikai memberikan persetujuan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Indonesia dalam berkontribusi terhadap perdamaian global melalui keikutsertaannya dalam Board of Peace (BoP).
Dalam siaran pers yang dirilis Minggu (1/3/2026), Kedutaan Besar Iran menyatakan menghargai “kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk menjadi penengah dalam konflik ini.” Pihak kedutaan juga menekankan perlunya Indonesia mengambil posisi yang tegas dalam mengecam serangan yang dilakukan oleh AS dan rezim Zionis Israel.
Konflik ini semakin memanas setelah serangan gabungan AS dan Israel turut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Televisi resmi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian tersebut, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan hal yang sama.
Gelombang serangan udara AS dan Israel ke berbagai target di wilayah Iran memantik respons balasan dari Teheran. Trump sebelumnya mengancam akan menghantam Iran dengan “kekuatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya” apabila negara itu berani melakukan pembalasan.
Situasi di kawasan Timur Tengah kini semakin mencekam. Serangan balasan Iran tidak hanya diarahkan ke wilayah Israel, tetapi juga menyasar sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di negara-negara Arab, termasuk Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, dan Arab Saudi.







































