Kilnas.com – Peta kekuatan teknologi global sedang mengalami pergeseran, berdasarkan laporan terbaru dari pemerintah Korea Selatan, posisi Negeri Ginseng kini terdesak oleh laju inovasi Tiongkok yang kian agresif. Dalam kurun waktu dua tahun saja, dominasi Korea Selatan di berbagai sektor krusial dilaporkan runtuh, meninggalkan kekhawatiran mendalam bagi ketahanan ekonomi nasionalnya.
Hasil penilaian “Draf Evaluasi Tingkat Teknologi 2024” yang dirilis oleh Kementerian Sains dan Teknologi Informasi (ICT) Korea Selatan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Dari 50 teknologi strategis nasional yang dipantau, Korea Selatan kini hanya unggul atas China di enam bidang saja.
Angka ini merupakan kemerosotan tajam dibandingkan tahun 2022, di mana saat itu Seoul masih memimpin di 17 bidang teknologi. Sebaliknya, China kini telah mengambil alih kendali di sektor-sektor yang sebelumnya dianggap sebagai “benteng” pertahanan industri Korea.
Peringkat Global: Korea Selatan di Posisi Juru Kunci
Dalam perbandingan lima kekuatan besar dunia dengan Amerika Serikat sebagai tolok ukur (100%), Korea Selatan harus puas berada di posisi terbawah:
- Amerika Serikat: 100% (Pemimpin Global)
- Tiongkok: 91,3%
- Uni Eropa (UE): 90,5%
- Jepang: 84,9%
- Korea Selatan: 82,7%
Meski Korea Selatan berhasil mempersempit jarak dengan AS menjadi 2,6 tahun, China melesat jauh lebih cepat. Beijing kini hanya terpaut 1,2 tahun dari AS, sementara jarak antara teknologi Korea Selatan dan China kian melebar secara signifikan.
Baterai dan Semikonduktor
Kejutan terbesar datang dari sektor baterai sekunder dan semikonduktor. Pada 2022, Korea Selatan adalah pemimpin tunggal di sektor baterai. Namun, pada proyeksi 2024, China diprediksi akan menduduki posisi puncak, meninggalkan Korea Selatan dengan selisih 0,2 tahun.
Kondisi serupa terjadi di sektor semikonduktor dan layar (display), di mana China kini unggul 0,7 tahun. Bahkan di sektor masa depan seperti tenaga nuklir generasi berikutnya dan bioteknologi canggih—bidang yang sebelumnya seimbang—China kini mulai memimpin di depan.
AI dan Keamanan Nasional
Di bidang Kecerdasan Buatan (AI), Korea Selatan mencatatkan tingkat kemajuan 80,6% dibandingkan AS (selisih 2,1 tahun). Namun, China lagi-lagi menunjukkan taringnya dengan hanya tertinggal 7% di belakang AS.
Peringkat ini bukan sekadar angka di atas kertas; hasil ini merupakan kombinasi analisis kuantitatif terhadap makalah ilmiah dan paten di 136 teknologi inti, serta evaluasi kualitatif dari lebih dari 1.000 pakar industri.
Respons Pemerintah
Menanggapi laporan ini, Kementerian Sains dan Teknologi Informasi Korea Selatan menegaskan bahwa penguasaan teknologi strategis bukan lagi sekadar kompetisi bisnis, melainkan pilar utama keamanan nasional.
“Kesenjangan ini perlu segera dipersempit. Pengamanan teknologi strategis adalah harga mati untuk mempertahankan daya saing industri kami di masa depan,” tulis laporan tersebut. Meski beberapa pihak menilai angka ini tidak langsung mencerminkan tingkat komersialisasi di pasar, pesan yang disampaikan jelas: Korea Selatan perlu berlari lebih cepat jika tidak ingin tertinggal permanen dari Tiongkok.




































