Kilnas.com – Otoritas Arab Saudi melalui General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques resmi merilis protokol pelaksanaan ibadah selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah (2026 Masehi). Dalam pengumuman tersebut, format salat Tarawih di dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, dipastikan akan tetap menggunakan skema ringkas namun khidmat.
Penetapan ini menyusul dimulainya awal Ramadan di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar yang jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, lebih awal sehari dibandingkan mayoritas negara di Asia Tenggara dan Australia.
Rincian Formasi Salat: 10 Rakaat Tarawih, 3 Witir
Otoritas menegaskan bahwa rangkaian salat malam di dua masjid suci akan mengikuti pola yang telah konsisten diterapkan dalam beberapa tahun terakhir untuk menjaga kenyamanan jemaah yang membeludak.
- Salat Tarawih: Dilaksanakan sebanyak 10 rakaat dengan sistem 2 rakaat satu kali salam (total 5 kali salam).
- Salat Witir: Dilanjutkan dengan 3 rakaat penutup sebagai penggenap ibadah malam.
- Siaran Global: Seluruh rangkaian ibadah akan disiarkan secara live melalui saluran televisi resmi dan platform digital, memungkinkan jutaan umat Islam di seluruh dunia merasakan atmosfer spiritual dari Tanah Suci.
“Skema ini mempertahankan praktik yang paling efisien namun tetap menjaga esensi kekhusyukan ibadah di tengah jutaan jemaah umrah yang berkumpul tahun ini,” tulis keterangan resmi otoritas yang dikutip dari Mina Bulletin.
Meskipun jadwal rinci imam harian biasanya dirilis secara bertahap, kehadiran nama-nama besar seperti Syekh Sudais dan Syekh Shuraim tetap menjadi hal yang paling dinantikan oleh publik.
Selain durasi salat, pihak keamanan Arab Saudi juga telah memperketat jalur masuk dan keluar area tawaf guna memastikan kelancaran jemaah yang melaksanakan Tarawih sembari menjalankan prosesi umrah.
Perbedaan Awal Ramadan Global
Ramadan 2026 ini diwarnai dengan perbedaan zona waktu mulainya puasa. Sementara kawasan Timur Tengah sudah bersujud di malam Tarawih pertama pada Rabu (18/2), wilayah seperti Indonesia, Malaysia, dan Australia baru akan memulai puasa pertama pada Kamis, 19 Februari 2026. Perbedaan ini merupakan hal lumrah yang didasarkan pada metode rukyatul hilal di masing-masing wilayah kedaulatan.







































