Kilnas.com – Industri perfilman Indonesia mencatatkan tinta emas di awal tahun 2026. Dominasi genre horor yang selama bertahun-tahun merajai puncak film terlaris sepanjang masa akhirnya resmi digulingkan oleh kekuatan komedi dan kejutan besar dari dunia animasi.
Berdasarkan data terbaru per Februari 2026, film “Agak Laen: Menyala Pantiku!” resmi dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa. Sekuel dari kuartet komika Boris Bokir dkk ini berhasil meraup 10.934.311 penonton, melampaui rekor fenomenal KKN di Desa Penari (2022) yang sempat tertahan di angka 10,06 juta.
Animasi Lokal Tembus ‘Klub 10 Juta’
Kejutan tak berhenti di situ. Film animasi “Jumbo” karya Ryan Adriandhy juga mencetak sejarah dengan menempati posisi kedua film terlaris sepanjang masa dengan raihan 10.218.708 penonton. Pencapaian ini membuktikan bahwa kualitas visual dan narasi animasi lokal kini sudah mampu bersaing dengan standar global dan memikat pasar cross-generation.
Tren Awal Tahun 2026
Meskipun genre komedi dan animasi sedang naik daun, horor tidak lantas redup. Di bulan Januari 2026, film “Alas Roban” menjadi film nasional pertama yang menembus angka 1 juta penonton hanya dalam waktu 6 hari penayangan.
Namun, pengamat industri melihat adanya pergeseran preferensi penonton. “Masyarakat mulai mencari variasi. Keberhasilan Agak Laen 2 dan Jumbo menunjukkan bahwa cerita yang dekat dengan keseharian atau yang menawarkan keajaiban visual baru memiliki daya tarik yang sama kuatnya dengan rasa takut,” ujar analis data perfilman.
Mitigasi Masa Depan Industri
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyebutkan bahwa total penonton film nasional sepanjang tahun 2025 yang mencapai 80,27 juta menjadi modal kuat untuk tahun 2026. Pemerintah optimis jumlah produksi film akan terus meningkat hingga 200 judul per tahun pada 2028 dengan diversifikasi genre yang lebih luas, termasuk eksplorasi genre hibrida seperti horor-komedi dan drama keluarga kontemporer.



































