Kilnas.com – PT Pertamina (Persero) mengonfirmasi bahwa empat armada kapal milik perusahaan saat ini berada di kawasan Timur Tengah di tengah eskalasi geopolitik yang kian memanas. Dari keempat aset tersebut, dua di antaranya terdeteksi berada di titik krusial, yakni sekitar Selat Hormuz.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa perusahaan tengah melakukan pengawasan ekstra ketat terhadap posisi dan pergerakan kapal-kapal tersebut guna mengantisipasi dampak buruk dari konflik regional.
“Memang benar ada dua kapal kami yang posisinya berada di Selat Hormuz, sementara dua lainnya terlacak berada di luar area selat tersebut,” ungkap Baron dalam keterangannya di Grha Pertamina, Selasa (3/3).
Prioritas Keselamatan Kru dan Aset
Pertamina menegaskan bahwa perlindungan terhadap sumber daya manusia adalah prioritas tertinggi dalam situasi darurat ini. Perusahaan berkomitmen penuh untuk menjamin keamanan para awak kapal serta proteksi terhadap aset fisik yang beroperasi di wilayah berisiko tinggi tersebut.
Baron memastikan bahwa hingga saat ini, seluruh personil dan kapal dalam kondisi aman. Pertamina juga menjalin komunikasi intensif dengan berbagai instansi pemerintahan untuk langkah mitigasi.
“Kami terus berkoordinasi dan mengapresiasi dukungan dari para pemangku kepentingan, terutama Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait lainnya, dalam upaya mengamankan awak serta aset perusahaan di sana,” tambahnya.
Mitigasi Dampak pada Rantai Pasok Energi
Situasi di Timur Tengah ini diakui bersinggungan langsung dengan tiga lini bisnis strategis Pertamina yang mengelola distribusi energi nasional:
- PT Pertamina International Shipping (PIS): Terkait mobilitas pengangkutan energi di level global.
- Pertamina Internasional EP (PIEP): Mengelola operasional hulu (eksplorasi) di Basra, Irak.
- Pertamina Patra Niaga: Bertanggung jawab atas pengadaan minyak mentah dan produk turunan dari sumber-sumber di Timur Tengah.
Pertamina berkomitmen untuk terus memantau perkembangan terkini guna memastikan kelancaran operasional distribusi energi di tanah air tidak terganggu oleh dinamika geopolitik global.







































