Meksiko Membara: Bos Kartel “El Mencho” Tewas, Kelayakan Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Dipertanyakan

Kilnas.com – Asap hitam dari bus yang dibakar membubung hanya 1,5 kilometer dari Estadio Akron, markas Chivas de Guadalajara yang dijadwalkan menjamu empat laga bergengsi Piala Dunia 2026. Alih-alih antrean suporter, jalanan di sekitar sirkuit gokart Sergio “Checo” Pérez itu justru dipenuhi blokade milisi kartel pada Minggu (22/2/2026) pagi.

Kericuhan masif ini merupakan reaksi berantai atas tewasnya pemimpin tertinggi Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG), Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes, dalam sebuah operasi federal. Kematian sang gembong memicu narcobloqueos taktik pembakaran kendaraan dan penutupan jalan yang melumpuhkan delapan negara bagian di Meksiko

Bayang-bayang Kekerasan di Sepak Bola Meksiko

Rangkaian kerusuhan ini kembali memantik keraguan soal kesiapan Meksiko sebagai tuan rumah bersama Kanada dan Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026. Kekhawatiran bahwa laga sepak bola dapat terseret kekerasan bukan hal baru.

Ingatan publik masih lekat pada Agustus 2011 ketika baku tembak terjadi di luar Stadion Corona, kandang Santos Laguna, saat menghadapi Monarcas Morelia. Para pemain berlarian ke ruang ganti, sementara suporter panik berlindung di bawah kursi dan sebagian masuk ke lapangan. Meski tembakan terjadi di luar stadion dan tak ada korban di dalam arena, citra kompetisi tercoreng.

Dampak kekerasan juga terasa di Sinaloa. Klub divisi dua, Dorados de Sinaloa, belum bisa memainkan laga kandang sejak Oktober 2024 akibat konflik internal Kartel Sinaloa. Tim tersebut sementara bermarkas di Baja California. Situasi ini mengingatkan publik pada insiden 2019 saat aparat mencoba menangkap Ovidio Guzmán López, putra Joaquín “El Chapo” Guzmán. Operasi itu memicu gelombang kekerasan yang dikenal sebagai Pertempuran Culiacán atau Culicanazo.

Tekanan Politik dan Sorotan Global

Tewasnya El Mencho memunculkan perdebatan baru. Sejumlah analis keamanan menilai operasi semacam ini berisiko memicu instabilitas jelang turnamen besar. Kolumnis keamanan nasional Oscar Balderas menyebut, berdasarkan sumber tingkat tinggi, Meksiko sempat meminta Amerika Serikat menunda tindakan terhadap El Mencho hingga selepas 2026 demi menghindari eskalasi di kota tuan rumah.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum kini menghadapi tekanan diplomatik, terutama dalam relasi dengan Presiden AS Donald Trump. Di sisi lain, FIFA juga berada dalam posisi krusial. Presidennya, Gianni Infantino, sebelumnya menyatakan optimisme atas kesiapan keamanan Meksiko.

Pemerintah Jalisco mengklaim telah menyiapkan ribuan kamera tambahan, kendaraan operasional baru, hingga teknologi anti-drone untuk mengamankan area stadion. Otoritas federal dan lokal disebut telah berkoordinasi selama bertahun-tahun guna memastikan turnamen berjalan lancar.

Namun, beredarnya gambar bus terbakar dan blokade jalan di media sosial kembali mengguncang persepsi internasional. Calon penonton dari berbagai negara mulai mempertanyakan tingkat keamanan di wilayah yang akan menjadi tuan rumah laga fase grup.

Ujian Besar Menuju 2026

Dengan waktu yang terus berjalan menuju Piala Dunia 2026, pemerintah Meksiko menghadapi ujian berat: membuktikan bahwa stabilitas dan keamanan dapat dijaga di tengah dinamika perang melawan kartel. Tantangan utamanya bukan sekadar kesiapan infrastruktur, melainkan memastikan ribuan tamu internasional dan warga lokal merasa aman.

Pengalaman pahit 2011 menjadi pengingat bahwa bayang-bayang kejahatan terorganisasi bisa sewaktu-waktu memasuki ruang publik, termasuk stadion sepak bola. Kini, dunia menunggu apakah Meksiko mampu membalikkan narasi tersebut dan menggelar pesta sepak bola tanpa gangguan berarti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini