ISF: Pasukan Internasional Baru untuk Stabilkan Gaza, RI Jadi Wakil Panglima

Kilnas.com – Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) tengah menjadi sorotan global setelah dibentuk sebagai bagian dari rencana perdamaian di Jalur Gaza. Termasuk di dalamnya, keterlibatan aktif Indonesia yang mendapat posisi strategis dalam komando pasukan tersebut.

ISF sendiri merupakan pasukan multinasional yang dimandatkan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu menjaga keamanan, mendukung proses stabilisasi, serta mendampingi pembangunan kembali di wilayah Gaza pascakonflik. Pasukan ini digagas dalam kerangka kerja Board of Peace yang diprakarsai oleh Amerika Serikat.

Peran Indonesia

Dalam pertemuan Board of Peace di Washington DC pekan lalu, Indonesia menerima kepercayaan besar untuk menduduki jabatan Wakil Panglima Operasional ISF. Jabatan ini mencerminkan pengakuan internasional terhadap reputasi serta pengalaman panjang Indonesia dalam misi perdamaian dunia.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan penunjukan tersebut sebagai penghormatan atas kontribusi signifikan Indonesia, terutama karena komitmen Indonesia untuk menyiapkan personel dalam jumlah besar untuk ISF. Presiden RI juga menegaskan bahwa Indonesia akan menunjuk perwira terbaik untuk menduduki posisi tersebut.

Ribuan Personel Siap Dikerahkan

Indonesia telah menyatakan kesiapan untuk mengirim **hingga 8.000 personel **TNI untuk bergabung dalam ISF di Gaza, sebagai bagian dari kontribusi aktif terhadap stabilisasi kawasan dan perlindungan warga sipil. Komitmen ini disampaikan dalam forum internasional oleh Presiden RI.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa pasukan Indonesia yang tergabung dalam ISF tidak akan melakukan operasi militer ofensif atau demiliterisasi, termasuk pelucutan senjata, melainkan fokus pada peran kemanusiaan dan perlindungan warga sipil sesuai dengan mandat yang ditetapkan.

Dukungan dan Konfirmasi Palestina

Selain koordinasi internasional, keberangkatan personel Indonesia telah dikonfirmasi kepada perwakilan Palestina. Hal ini menegaskan bahwa keterlibatan ISF juga mendapat pemahaman dan persetujuan pihak Palestina dalam proses stabilisasi keamanan dan perlindungan warga sipil di Gaza.

Komposisi Pasukan dan Polisi

Menurut rencana awal komando ISF, pasukan ini direncanakan akan mencapai sekitar 20.000 personel militer internasional, bekerja sama dengan 12.000 polisi Palestina yang dilatih dan disiapkan untuk peran keamanan lokal. Upaya ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk memulihkan keamanan dan ketertiban setelah konflik berlangsung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini