Kilnas.com – Pemerintah Kota Semarang mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh warga untuk tidak berteduh maupun memarkirkan kendaraan di bawah pohon besar saat hujan deras disertai angin kencang melanda. Langkah antisipasi ini diambil menyusul insiden tragis pada Rabu (18/5/2026) yang menelan satu korban jiwa akibat tertimpa pohon tumbang.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati, menegaskan bahwa mitigasi di lapangan terus digenjot untuk meminimalisir risiko kecelakaan serupa.
“Kami masifkan sosialisasi lewat media sosial agar warga lebih berhati-hati. Jangan berteduh di bawah pohon saat cuaca buruk, itu sangat berisiko,” ujar Murni, Kamis (19/2/2026).
Menurut Murni, pihaknya sebenarnya telah melakukan pemangkasan rutin pada dahan-dahan yang dinilai rawan, terutama di titik-titik keramaian. Namun, mengingat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi, peran aktif masyarakat dalam melaporkan potensi bahaya sangat dibutuhkan. Warga dapat melapor melalui saluran Lapor Semar, aduan ke Balai Kota, maupun DM ke akun resmi Disperkim.
Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Angin Kencang
Peringatan ini sejalan dengan prakiraan BMKG Ahmad Yani Semarang yang memprediksi cuaca ekstrem masih akan menghantui wilayah ini hingga 25 Februari 2026. Koordinator Bidang Observasi dan Informasi, Giyarto, menyebutkan bahwa awal Ramadhan tahun ini kemungkinan besar akan diwarnai oleh fenomena angin kencang.
Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem:
- Selisih Tekanan: Adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi utara dan selatan.
- Monsun Asia & MJO: Aktifnya fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation dan Monsun Asia yang memicu curah hujan tinggi.
- Potensi Siklon: Adanya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia yang berdampak pada peningkatan kecepatan angin.
“Curah hujan sedang hingga lebat yang dibarengi angin kencang diprediksi memuncak dari minggu keempat Februari sampai minggu kedua Maret. Masyarakat Jawa Tengah, khususnya Semarang, harus tetap siaga penuh,” tutur Giyarto.



































