Kilnas.com – Ambisi Arsenal untuk mengamankan gelar Premier League kembali mendapat ujian berat. Hasil imbang 2-2 kontra Wolverhampton Wanderers, Kamis (19/2/2026), membuat posisi The Gunners di puncak klasemen tak lagi sepenuhnya nyaman.
Petaka di Injury Time
Arsenal sejatinya unggul 2-0 lewat gol Bukayo Saka sebelum jeda dan tambahan Piero Hincapie selepas turun minum. Namun momentum berubah ketika Hugo Bueno memperkecil kedudukan pada menit ke-60.
Drama terjadi di masa injury time. Dalam situasi kemelut di kotak penalti, kiper David Raya gagal mengamankan umpan silang saat Gabriel Magalhaes berupaya menyapu bola. Bola liar jatuh ke kaki Tom Edozie pada menit ke-94.
Tembakan Edozie sempat diblok Riccardo Calafiori—yang baru masuk semenit sebelumnya—namun bola memantul ke tiang dan masuk ke gawang setelah mengenai sang bek asal Italia. Skor 2-2 tak terhindarkan. Dua poin pun melayang di saat krusial.
Ancaman Manchester City
Hasil ini membuat Arsenal hanya unggul lima poin di puncak klasemen. Situasi makin genting karena Manchester City masih memiliki satu laga tunda dan belum menjamu Arsenal di Etihad Stadium.
Jika tim asuhan Pep Guardiola mampu menyapu bersih laga sisa, peluang juara bisa kembali berpindah tangan. Skenario ini mengingatkan pada musim 2022/23 ketika Arsenal sempat memimpin lima poin sebelum akhirnya disalip City di fase akhir kompetisi.
Catatan Historis Mengkhawatirkan
Berdasarkan statistik 15 musim terakhir, raihan poin Arsenal setelah 27 pertandingan disebut sebagai yang terendah bagi pemuncak klasemen dalam satu dekade terakhir.
Sebagai perbandingan, Leicester City pada musim 2015/16 mengoleksi 56 poin setelah 27 laga dan tetap keluar sebagai juara—sebuah anomali dalam sejarah liga.
Sementara itu, standar dominasi tertinggi dicatat Liverpool musim 2019/20 yang meraih 79 poin dari kemungkinan 81 di fase yang sama sebelum finis dengan 99 poin.
Ujian Konsistensi
Tim asuhan Mikel Arteta masih bersaing di beberapa kompetisi dan bahkan membuka peluang meraih empat gelar. Namun jika ingin mengakhiri puasa gelar liga selama dua dekade, konsistensi mutlak dibutuhkan.
Dalam perburuan gelar melawan tim seefisien Manchester City, satu kesalahan bisa berakibat fatal. Hasil imbang ini bukan sekadar kehilangan dua poin, melainkan sinyal bahaya bahwa perburuan gelar belum sepenuhnya berada di tangan Arsenal.
Kini, pertanyaannya: mampukah The Gunners bertahan hingga garis finis, atau kembali menyaksikan trofi melayang ke rival mereka?







































