Pergeseran Makna Cinta di 2026, Dari ‘Spark’ ke ‘Psychological Safety’

    Kilnas.com – Di tahun 2026, definisi cinta yang “riil” bagi banyak orang bukan lagi tentang pertemuan tak sengaja di toko buku atau pandangan pertama yang dramatis. Data dari berbagai platform hubungan menunjukkan bahwa masyarakat urban kini lebih mengedepankan “Psychological Safety” (Keamanan Psikologis) dan “Financial Alignment” (Keselarasan Finansial) sebagai fondasi utama cinta.

    Perjanjian Sebelum Menikah (Pre-Nup) Bukan Lagi Tabu

    Jika dulu membicarakan harta sebelum menikah dianggap materialistis, kini di kalangan pasangan muda Indonesia, hal ini dianggap sebagai bentuk cinta yang paling jujur.

    • Transparansi Finansial: Banyak pasangan kini saling membuka skor kredit dan jumlah utang sebelum memutuskan berkomitmen serius.
    • Pembagian Peran: Kesepakatan eksplisit mengenai siapa yang mencuci piring hingga siapa yang mengantar anak sekolah sudah dibicarakan di awal, bukan lagi “mengalir begitu saja”.

    Fenomena “Situationship” yang Melelahkan

    Realita cinta tahun ini juga diwarnai dengan kejenuhan terhadap situationship—hubungan tanpa status yang menggantung. Laporan tren menunjukkan adanya gerakan “Intentional Dating”. Orang-orang mulai berani berkata: “Saya mencari pasangan untuk menikah, jika kamu tidak, mari jangan buang waktu.” Ini adalah bentuk cinta yang jujur pada diri sendiri dan orang lain.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini