Vinícius Jr. Kecam Rasisme Usai Pertandingan Semalam

    Kilnas.com – Bintang Real Madrid, Vinícius Júnior, melontarkan kecaman keras terhadap tindakan rasisme yang diduga ia terima dalam laga Liga Champions kontra Benfica. Insiden itu terjadi saat Madrid meraih kemenangan tipis 1-0 di markas lawan, Rabu dini hari waktu setempat.

    Pemain asal Brasil tersebut menuding adanya ucapan bernada rasis dari pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, seusai gol kemenangan yang tercipta pada menit ke-50. Vinícius terlihat menghampiri wasit François Letexier untuk melaporkan dugaan penghinaan tersebut. Dalam tayangan pertandingan, Prestianni tampak menutup mulutnya ketika berbicara kepada Vinícius.

    Wasit sempat mengaktifkan protokol antirasisme dengan memberi isyarat resmi, dan pertandingan terhenti sekitar 10 menit. Situasi sempat memanas, bahkan Vinícius disebut mempertimbangkan untuk meninggalkan lapangan. Namun, setelah diskusi antara pemain, ofisial, dan kedua tim, laga akhirnya dilanjutkan hingga tuntas.

    Melalui media sosial, Vinícius menyampaikan kekecewaannya. Ia menyebut pelaku rasisme sebagai “pengecut” yang berlindung di balik sistem yang seharusnya memberi hukuman tegas. Ia juga menyayangkan penerapan protokol yang dinilainya tidak berjalan efektif.

    “Saya tidak suka berada dalam situasi seperti ini, apalagi setelah kemenangan besar yang seharusnya menjadi sorotan. Tapi ini perlu dibicarakan,” tulisnya.

    Rekan setimnya, Kylian Mbappé, turut membela Vinícius. Ia mengaku mendengar langsung ucapan bernada rasial tersebut dan menilai tindakan itu tidak bisa ditoleransi. Mbappé bahkan menyatakan bahwa pemain yang melakukan tindakan tersebut tidak pantas tampil lagi di kompetisi Eropa.

    Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, menegaskan dukungan penuh kepada Vinícius. Ia menyatakan tim siap mengikuti keputusan sang pemain jika memilih untuk menghentikan pertandingan. Arbeloa juga menekankan bahwa sepak bola tidak boleh lagi diwarnai rasisme, terlebih di era modern.

    Sementara itu, pelatih Benfica, José Mourinho, mencoba bersikap lebih hati-hati dalam menyikapi tudingan tersebut. Ia enggan langsung menyimpulkan siapa yang benar atau salah. Mourinho mengaku awalnya tidak memahami alasan penghentian laga dan baru mengetahui duduk perkaranya kemudian.

    Kemenangan ini memastikan Real Madrid membawa pulang tiga poin penting dari Lisbon. Namun, sorotan utama justru tertuju pada dugaan insiden rasisme yang kembali mencoreng panggung sepak bola Eropa.

    UEFA diperkirakan akan meninjau laporan resmi pertandingan untuk menentukan langkah selanjutnya terkait dugaan pelanggaran tersebut.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini