Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang baru saja usai menyisakan kemeriahan di berbagai sudut kota. Di tengah riuhnya suara petasan dan tarian barongsai, satu ucapan khas kerap terdengar diucapkan antar keluarga dan kerabat: “Kiong Hi”.
Meski sangat populer di Indonesia, ternyata masih banyak yang belum tahu akar makna dari kalimat tersebut. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tradisi lisan yang menjadi simbol kebahagiaan warga Tionghoa ini.
Berasal dari Dialek Hokkien
Banyak orang mengira ucapan Imlek hanya sebatas “Gong Xi Fa Cai”. Namun, bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia—khususnya yang memiliki akar dialek Hokkien—kata “Kiong Hi” jauh lebih akrab di telinga.
Secara harfiah, Kiong Hi (恭喜) memiliki arti “Selamat” atau “Turut Berbahagia”. Ucapan ini merupakan bentuk penghormatan dan doa baik yang diberikan kepada lawan bicara saat memasuki gerbang tahun yang baru.
Simbol Harapan di Tahun Baru
Dalam tradisinya, ucapan Kiong Hi biasanya dibarengi dengan gerakan tangan Pai (menangkupkan kedua tangan di depan dada). Ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol kerendahan hati dan harapan agar koneksi antar manusia tetap terjaga erat di masa depan. Kini, meskipun libur panjang Imlek telah berakhir, semangat “Kiong Hi” diharapkan tetap membawa energi positif bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas rutin mereka kembali.





































