Aplikasi peta digital yang selama ini jadi andalan jutaan orang, Google Maps, ternyata tengah dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Modusnya? Membuat akun bisnis palsu dengan tarif layanan yang melambung tinggi.
Google pun turun tangan. Perusahaan teknologi raksasa itu mengonfirmasi telah menghapus lebih dari 10.000 akun bisnis palsu dan akun yang diretas. Langkah ini diambil usai menerima laporan dari sebuah bisnis di Texas yang mengaku identitasnya ditiru di Google Maps.
“Kami langsung bertindak dan melakukan investigasi besar-besaran untuk mengidentifikasi serta menghapus daftar palsu serupa,” ungkap Halimah DeLaine Prado, penasihat umum Google, seperti dikutip dari CBS News, Minggu (6/7/2025).
Modus: Target Layanan Darurat dan Trik Media Sosial
Para penipu menyasar apa yang disebut Google sebagai ‘layanan vertikal mendesak’, yakni jasa-jasa yang dicari orang dalam kondisi darurat, seperti tukang kunci, layanan derek, atau tukang listrik. Saat pengguna mencari layanan itu lewat Google Maps, yang muncul justru daftar bisnis palsu.
Lebih parahnya lagi, mereka kerap bekerja sama dengan agen iklan dan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan penipuan. Ketika calon pelanggan menelepon, sambungan dialihkan ke nomor penipu yang kemudian menawarkan layanan mahal dengan kualitas rendah atau bahkan tak ada layanan sama sekali.
Cara Melindungi Diri dari Penipuan di Google Maps
Agar tidak menjadi korban, Google menyarankan pengguna untuk tetap waspada dan mengikuti beberapa langkah berikut:
- Verifikasi Informasi Bisnis
Periksa apakah informasi seperti nama, alamat, dan jam operasional masuk akal. Jika terlihat mencurigakan, lebih baik cari alternatif lain. - Cek URL dan Nomor Kontak
Pastikan situs web dan nomor telepon yang tercantum benar-benar sesuai dengan informasi resmi perusahaan. - Waspadai Permintaan Aneh
Jika akun bisnis meminta informasi pribadi atau pembayaran dengan cara yang tidak lazim, sebaiknya hindari bertransaksi lebih lanjut.
Waspada di Era Digital
Penipuan berbasis teknologi makin canggih, dan masyarakat harus ikut meningkatkan kewaspadaan. Google menegaskan akan terus mengembangkan sistem deteksi untuk mencegah penipuan serupa di masa mendatang.
Ingat: Jangan mudah percaya pada bisnis yang muncul di hasil pencarian pertama Google Maps. Pastikan keaslian dan validitasnya sebelum melakukan kontak atau pembayaran.
Jika ingin versi khusus untuk cetak, breaking news, atau media sosial, tinggal beri tahu saja!







































