Tutup Usia di 86 Tahun, Michael Bambang Hartono Tinggalkan Warisan Bisnis dan Filantropi Dunia

    Kilnas.com – Dunia usaha nasional dan internasional berduka atas berpulangnya Michael Bambang Hartono, salah satu arsitek utama imperium bisnis terbesar di Indonesia. Maestro bisnis yang dikenal rendah hati ini mengembuskan napas terakhirnya di Singapura pada Kamis, 19 Maret 2026, dalam usia 86 tahun.

    Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, Bambang Hartono berhasil membangun Grup Djarum dari industri rokok di Kudus hingga merambah ke berbagai sektor strategis seperti perbankan melalui Bank Central Asia (BCA), properti, hingga teknologi digital. Namun, lebih dari sekadar angka dan aset, jejak Bambang Hartono paling dalam tertanam pada dedikasinya di bidang sosial dan olahraga.

    Melalui PB Djarum, ia menjadi sosok di balik layar yang melahirkan deretan legenda bulu tangkis dunia yang mengharumkan nama Indonesia. Kecintaannya pada olahraga juga membawanya meraih medali perunggu di ajang Asian Games 2018 pada cabang olahraga bridge, membuktikan bahwa semangat kompetisinya tak pernah padam meski di usia senja.

    Di bidang lingkungan, komitmennya pada green economy dan penghijauan melalui Djarum Foundation telah memberikan dampak nyata yang diakui secara global. Persemayaman selama tiga hari di GOR PB Djarum, Kudus, menjadi bukti betapa besarnya rasa hormat masyarakat terhadap sosok yang dikenal sebagai filantropis yang tak banyak bicara namun banyak berkarya ini.

    Jenazah rencananya akan dimakamkan di Kabupaten Rembang pada Rabu (25/3/2026). Kepergiannya menutup satu babak perjalanan panjang seorang pengusaha visioner, namun warisan dalam bentuk prestasi atlet, ribuan lapangan kerja, dan inisiatif sosialnya dipastikan akan terus hidup melampaui masanya. ***

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini