Kilnas.com – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.
Mengutip laporan AFP yang bersumber dari siaran televisi pemerintah Iran, Minggu (13/2026), Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama dua pejabat senior negara akan mengambil peran dalam memimpin jalannya pemerintahan selama periode peralihan kepemimpinan.
Dalam siaran tersebut disebutkan bahwa Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei serta satu pejabat dari dewan hukum nasional akan tergabung dalam tiga tokoh yang bertugas mengawal proses transisi. Informasi itu disampaikan dengan merujuk pada pernyataan Mohammad Mokhber, penasihat dekat Khamenei.
Wafatnya Khamenei menjadi kehilangan besar bagi Republik Islam Iran. Ia telah memimpin negara tersebut sejak 1989, tak lama setelah revolusi Islam yang menggulingkan monarki dan membawa perubahan besar dalam peta politik kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, media pemerintah Iran juga mengabarkan bahwa sejumlah anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban dalam insiden tersebut. Mereka di antaranya disebutkan termasuk anak perempuan, cucu perempuan, menantu perempuan, serta menantu laki-laki.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran menyampaikan duka mendalam atas kepergian pemimpin tertinggi tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dimuat kantor berita Fars dan dikutip Al Jazeera, mereka menyatakan bahwa Iran telah kehilangan sosok pemimpin besar dan menyatakan belasungkawa atas wafatnya Khamenei.






































