Kilnas.com – Kota Bandung mencatat jumlah kasus tuberkulosis (TBC) yang cukup tinggi pada tahun 2025. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan setempat, total penderita TBC yang ditemukan mencapai 18.846 orang, menempatkan Kota Bandung sebagai wilayah dengan kasus TBC terbanyak kedua di Provinsi Jawa Barat.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, mengatakan bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan yang serius di kota ini. Penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis itu ditemukan hampir merata di berbagai kecamatan. Kecamatan Kiaracondong dan Babakan Ciparay tercatat memiliki angka kasus lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Bandung.
Dadan menyebutkan bahwa gejala TBC yang paling umum terlihat adalah batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, serta keringat malam hari. Ia juga menegaskan pentingnya masyarakat datang ke puskesmas untuk skrining apabila mengalami gejala tersebut, supaya diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat.
Untuk menanggulangi tingginya angka kasus, Pemkot Bandung terus meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian, termasuk melibatkan perangkat kewilayahan dan masyarakat lebih luas. Targetnya adalah menekan angka tersebut agar tidak lagi meningkat dan bisa lebih cepat tertangani melalui strategi deteksi dini serta perawatan sesuai panduan kesehatan.






































