Kilnas.com – Siapa bilang puasa jadi alasan buat rebahan seharian? Memasuki bulan suci Ramadan, tren berolahraga justru semakin meningkat. Meski perut kosong, para ahli kesehatan menyebutkan bahwa beraktivitas fisik saat berpuasa bukan hanya aman, tapi punya segudang manfaat yang luar biasa bagi tubuh.
Bukan Lemas, Malah Jadi Mesin Pembakar Lemak
Saat kita berpuasa, kadar insulin dalam darah menurun. Kondisi ini memicu tubuh untuk beralih mencari sumber energi lain. Alhasil, tubuh akan membakar cadangan lemak lebih efisien.
“Olahraga dalam kondisi perut kosong atau fasted state memaksa tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama,” ungkap seorang pakar nutrisi olahraga. Ini adalah berita baik bagi kamu yang ingin melakukan body recomposition atau sekadar menjaga berat badan tetap ideal.
Manfaat Utama yang Jarang Diketahui:
- Detoksifikasi Maksimal: Kombinasi puasa dan keringat membantu proses pengeluaran racun dari dalam tubuh jadi lebih cepat.
- Meningkatkan Hormon Pertumbuhan: Olahraga saat puasa dapat memicu produksi Growth Hormone yang berfungsi memperbaiki sel-sel tubuh dan otot.
- Mental yang Lebih Fokus: Gerakan fisik meningkatkan aliran oksigen ke otak, mencegah rasa kantuk berlebih di siang hari.
Tips Biar Enggak Tumbang
Agar olahraga tetap membawa manfaat tanpa bikin pingsan, perhatikan tiga hal ini:
- Waktu yang Tepat: Waktu terbaik adalah 30-60 menit sebelum berbuka (ngabuburit) agar energi segera tergantikan, atau 2 jam setelah berbuka saat makanan sudah tercerna.
- Intensitas Rendah ke Sedang: Pilih jalan cepat, bersepeda santai, yoga, atau angkat beban ringan. Simpan latihan HIIT atau maraton buat nanti setelah lebaran.
- Hidrasi Cerdas: Pastikan asupan air minum terpenuhi di waktu sahur dan setelah berbuka dengan pola 2-4-2 (2 gelas saat buka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur).
Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan kondisi tubuh masing-masing. Bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti tekanan darah rendah, diabetes, atau gangguan jantung, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum memulai rutinitas olahraga selama Ramadan.
Ahli gizi juga menekankan pentingnya asupan nutrisi saat sahur dan berbuka untuk mendukung aktivitas fisik. Konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cairan yang cukup dapat membantu menjaga energi sepanjang hari.
Dengan pengaturan waktu, intensitas, dan pola makan yang tepat, olahraga selama puasa tidak hanya aman dilakukan, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.





































