Luapan Sungai Kendal Rendam Pusat Kota, Ratusan Rumah dan Ruas Jalan Tergenang

Kendal (Kilnas.com) Luapan Sungai Kendal kembali memicu banjir di sejumlah titik pusat Kota Kendal pada Kamis pagi, 15 Januari 2026. Ratusan rumah warga yang berada di sepanjang bantaran sungai terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 5 sentimeter hingga mencapai sekitar 70 sentimeter di lokasi terparah.

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kendal mencatat, hingga pukul 10.00 WIB banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang turun sejak Rabu siang, 14 Januari 2026, hingga Kamis dini hari. Hujan deras menyebabkan debit Sungai Kendal meningkat signifikan, diperparah dengan tertahannya aliran air menuju laut, sehingga air sungai meluap ke kawasan permukiman.

Tak hanya merendam rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama di pusat kota. Jalan Pahlawan 1 dan 2, Jalan Masjid, serta Jalan Taat dilaporkan tergenang dengan ketinggian air berkisar antara 5 hingga 35 sentimeter, mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat.

Untuk mengendalikan debit air, Bendung Trompo saat ini masih dioperasikan dengan membuka tiga pintu air. Meski demikian, genangan masih bertahan di sejumlah wilayah permukiman.

Beberapa kawasan yang terdampak banjir antara lain Desa Ngampelkulon di sejumlah RT dengan ketinggian air 10–25 sentimeter, Dusun Dalangan Desa Banyuurip dengan genangan 10–35 sentimeter, serta wilayah Kelurahan Kalibuntu Wetan, Kebondalem, Patukangan, Ngilir, dan Balok.

Banjir paling parah dilaporkan terjadi di Kelurahan Pegulon dan Patukangan. Di dua wilayah ini, air mencapai ketinggian sekitar 70 sentimeter atau setara lutut orang dewasa dan masuk ke dalam rumah warga. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan sejumlah perabot rumah tangga mengalami kerusakan.

Salah seorang warga Pegulon, Sunarti, mengatakan banjir kali ini cukup mengganggu kehidupan sehari-hari. Ia mengungkapkan wilayahnya memang kerap terendam banjir setiap kali hujan deras turun.
“Kalau hujan terus, dalam sebulan bisa beberapa kali kebanjiran. Kami berharap ada solusi jangka panjang dari pemerintah,” ujarnya.

Luapan Sungai Kendal juga berdampak pada fasilitas umum. Sejumlah sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar dan menerapkan sistem pembelajaran dari rumah. Selain itu, banjir sempat merendam Rumah Sakit Darul Istiqomah Kaliwungu pada Rabu malam.

Genangan air juga terjadi di jalur Pantura yang melintasi Kota Kendal. Meski tidak terlalu dalam, kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah pengendara sepeda motor memilih memutar arah untuk menghindari risiko kendaraan mogok.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan di wilayah terdampak. Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kendal agar tetap waspada.
“Potensi hujan dengan intensitas tinggi masih ada dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini