Virus Mematikan Renggut Dua Anak Harimau di Kebun Binatang Bandung

    Kabar duka menyelimuti Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) setelah dua ekor anak harimau Benggala berusia delapan bulan dilaporkan mati secara berurutan pada 24 dan 26 Maret 2026. Berdasarkan hasil investigasi tim dokter hewan bersama BKSDA Jawa Barat, penyebab kematian dipastikan akibat infeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV).

    Direktur Rumah Sakit Hewan Universitas Padjadjaran, Pranyata Tangguh Waskita, menjelaskan bahwa FPV merupakan virus DNA yang sangat ganas dengan tingkat kematian mencapai 80-90%. Virus ini menyerang sel-sel yang membelah cepat, terutama pada saluran pencernaan dan sumsum tulang belakang hewan muda.

    “Virus ini melumpuhkan sistem pertahanan utama tubuh dengan merusak produksi sel darah putih. Akibatnya, hewan mengalami dehidrasi ekstrem dan gagal menyerap nutrisi,” ujar Pranyata dalam keterangannya, Jumat (27/3).

    Kelompok Felidae, termasuk harimau, singa, dan kucing domestik, sangat rentan terhadap serangan ini, terutama pada usia remaja di saat antibodi maternal mulai menurun. Meski sangat mematikan bagi hewan, Pranyata menegaskan bahwa virus ini tidak menular ke manusia (non-zoonosis).

    Pihak berwenang kini melakukan langkah proteksi ketat di area konservasi, termasuk sterilisasi kandang dan isolasi total untuk mencegah penyebaran ke satwa lain. Para ahli menekankan pentingnya vaksinasi sejak usia dini sebagai satu-satunya cara efektif untuk membentuk kekebalan jangka panjang terhadap ancaman virus ini. ***

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini