Gempa M7,4 Guncang Lepas Ternate, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan dan Dicabut

Kilnas.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah laut di sekitar Ternate, Maluku Utara, Indonesia, pada Rabu (1/4). Pusat gempa berada sekitar 120 kilometer dari Ternate, memicu kepanikan warga di sejumlah daerah pesisir.

Otoritas setempat di beberapa kota, termasuk Ternate dan Tidore, langsung mengimbau masyarakat untuk bersiap melakukan evakuasi sebagai langkah antisipasi. Sejumlah rekaman yang ditayangkan televisi nasional menunjukkan kerusakan pada bangunan akibat guncangan kuat.

Dampak gempa juga dirasakan hingga Sulawesi Utara. Di Kota Manado, satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh. Seorang korban lainnya mengalami luka pada bagian kaki. Informasi tersebut disampaikan oleh pejabat tim pencarian dan penyelamatan setempat.

“Guncangan terasa sangat kuat di wilayah Manado. Satu korban meninggal dunia tertimbun puing bangunan,” ujar pejabat tersebut.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) yang berbasis di Hawaii sempat mengeluarkan peringatan potensi tsunami. Gelombang berbahaya diperkirakan dapat terjadi dalam radius hingga 1.000 kilometer dari pusat gempa, termasuk wilayah pesisir Indonesia, Filipina, dan Malaysia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya kenaikan muka air laut di beberapa wilayah. Gelombang setinggi sekitar 75 sentimeter terdeteksi di Minahasa Utara, sementara di Bitung mencapai 20 sentimeter. Di wilayah Maluku Utara sendiri, tinggi gelombang tercatat sekitar 30 sentimeter.

Namun, sekitar dua jam setelah gempa terjadi, PTWC secara resmi mencabut peringatan tsunami dan menyatakan ancaman telah berakhir.

Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, zona dengan aktivitas seismik tinggi akibat pertemuan lempeng tektonik, sehingga rawan terhadap gempa bumi dan tsunami. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini