Ini 5 Jurus Jitu Nabung dan Investasi buat Pemula!

    Kilnas.com – Memasuki dunia kerja dan mulai merantau seringkali menjadi tantangan besar bagi stabilitas dompet. Bagi para fresh graduate, godaan gaya hidup seringkali lebih besar daripada niat menabung. Namun, pakar finansial menegaskan bahwa kunci kebebasan finansial bukan terletak pada seberapa besar gaji, melainkan pada strategi alokasi yang cerdas.

    Berikut adalah panduan langkah demi langkah bagi pemula untuk mulai membangun aset di tahun 2026:

    • 1. Terapkan Formula 50/30/20

    Langkah pertama bukan langsung investasi, melainkan merapikan arus kas (cash flow). Gunakan metode klasik yang paling efektif:

    • 50% untuk Kebutuhan (Needs): Kos, makan, transportasi, dan tagihan.
    • 30% untuk Keinginan (Wants): Top-up game, nonton film, atau kopi kekinian.
    • 20% untuk Tabungan & Investasi: Angka ini wajib “diamankan” di awal gajian, bukan dari sisa akhir bulan.
    • 2. Amankan Dana Darurat (Emergency Fund)

    Sebelum melompat ke saham atau kripto, pastikan lo punya bantalan. Untuk yang masih lajang, targetkan 3-6 kali pengeluaran bulanan tersimpan di rekening terpisah yang mudah dicairkan. Ini penting kalau tiba-tiba ada kendala teknis atau kebutuhan mendesak di perantauan.

    • 3. Mulai dari Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

    Buat pemula yang masih takut rugi, RDPU adalah pintu masuk terbaik. Risikonya sangat rendah, return-nya biasanya di atas bunga tabungan biasa, dan bisa dimulai dengan modal receh (mulai Rp10.000). Ini jauh lebih baik daripada membiarkan uang mengendap di rekening utama yang terus terpotong biaya administrasi.

    1. 4. Investasi pada “Leher ke Atas”

    Investasi terbaik di awal karier bukan cuma soal angka di aplikasi, tapi peningkatan skill. Sebagai praktisi data atau teknologi, menyisihkan uang untuk sertifikasi atau belajar model baru (seperti Deep Learning yang lebih advance) akan memberikan return berupa kenaikan gaji yang jauh lebih besar di masa depan.

    • 5. Disiplin DCA (Dollar Cost Averaging)

    Jangan menunggu momen pasar turun untuk beli. Gunakan strategi DCA, yaitu investasi secara rutin dengan nominal yang sama setiap bulan, tanpa peduli harga pasar sedang naik atau turun. Secara statistik, strategi ini jauh lebih aman bagi mental pemula dibandingkan mencoba menebak arah pasar (timing the market).

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini