Courtois Prediksi “Lotre” Lawan Man City Usai Madrid Singkirkan Benfica

    Kilnas.com – Penjaga gawang utama Real Madrid, Thibaut Courtois, mengirim sinyal peringatan sekaligus prediksi jenaka usai membawa timnya melaju ke babak 16 besar Liga Champions. Meski baru saja melewati hadangan sengit Benfica, kiper asal Belgia itu merasa “takdir” akan kembali mempertemukan Los Blancos dengan raksasa Inggris, Manchester City.

    Madrid memastikan diri lolos dari fase play-off setelah membungkus kemenangan tipis 2-1 (agregat 3-1) di Santiago Bernabeu, Jumat (27/2) dini hari WIB. Namun, kemenangan ini tidak diraih dengan mudah oleh skuad asuhan Alvaro Arbeloa.

    Mentalitas Juara di Balik Kesulitan Taktis

    Sempat dikejutkan oleh perlawanan spartan wakil Portugal tersebut, Madrid tertinggal lebih dulu di awal laga. Courtois mengakui bahwa strategi “blok rendah” Benfica sempat membuat lini serang Madrid frustrasi.

    “Di babak pertama kami benar-benar menderita. Mereka bermain tanpa sayap kanan yang murni, dan itu menciptakan lubang taktis bagi kami,” ujar Courtois kepada Diario AS.

    Beruntung, kematangan mental berbicara. Gol dari Aurelien Tchouameni dan Vinicius Junior berhasil membalikkan keadaan. Courtois sendiri tampil heroik dengan menepis peluang emas Richard Rios, sebuah penyelamatan yang ia sebut sebagai kombinasi teknik voli dan pengalaman masa lalunya.

    “Refleks untuk turun rendah dengan cepat itu berasal dari gen orang tua saya yang pemain bola voli. Teknik itu juga makin terasah saat saya masih di Chelsea,” tambahnya.

    Prediksi Undian: Manchester City Lagi?

    Alih-alih merayakan kelolosan dengan santai, Courtois justru langsung menatap undian babak 16 besar yang akan digelar Jumat ini. Dengan nada berseloroh namun penuh keyakinan, ia memprediksi pertemuan ulang dengan tim asuhan Pep Guardiola.

    “Kita semua tahu, kami pasti akan mendapatkan Manchester City lagi hari Jumat nanti. Ini seperti ‘lotre impian’ yang terus berulang,” canda Courtois.

    Ia juga menyentil kerinduannya melawan tim lain, seperti mantan lawannya dulu. “Saya sudah tidak melawan Sporting CP sejak 2015. Mari kita lihat, apakah sekali ini saja takdir (bertemu City) itu bisa meleset.”

    Meski lolos, Courtois memperingatkan rekan-rekannya bahwa fluiditas permainan Madrid masih jauh dari sempurna. Di bawah kepemimpinan Arbeloa, ia menuntut tim untuk lebih klinis dalam membongkar pertahanan lawan yang menumpuk pemain di area penalti.

    “Kami kekurangan fluiditas dengan bola. Kami harus lebih mampu membongkar blok rendah. Itulah instruksi pelatih yang harus segera kami pertajam jika ingin bicara banyak di fase gugur,” pungkasnya.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini