Kilnas.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat yang gemar berbelanja suplemen atau jamu secara daring. Berdasarkan hasil patroli siber sepanjang tahun 2025, ditemukan ribuan akun marketplace yang menjajakan obat bahan alam (OBA) ilegal dengan angka penjualan yang fantastis.
Melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Indonesian E-Commerce Association (idEA), BPOM telah melakukan takedown massal terhadap ribuan tautan penjualan tersebut.
“Selain tidak memiliki izin edar, produk-produk ini mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) yang sangat berbahaya bagi kesehatan,” tulis BPOM dalam pernyataan resminya, Selasa (24/2/2026).
Daftar 10 Produk Ilegal dengan Penjualan Tertinggi:
Berikut adalah deretan produk yang paling banyak diburu konsumen namun terbukti ilegal dan berbahaya:
| No | Nama Produk | Kandungan Berbahaya (BKO) | Lokasi Penjualan Terbanyak |
| 1 | Ramuan China Buah Merah Papua | Parasetamol & Kafein | Cilacap |
| 2 | Zudaifu | Clobetasol | Jakarta Barat |
| 3 | Kapsul Jamu Pelangsing (KJP) | Tidak Terdaftar/Ilegal | Jakarta Barat |
| 4 | JAWARA Kapsul | Sildenafil Sitrat & Parasetamol | Kota Malang |
| 5 | Samyun Wan Kapsul | Siproheptadin | Kab. Tangerang |
| 6 | NR New Rempah | Parasetamol & Sibutramin | Jakarta Utara |
| 7 | Kapsul Racikan Jamu Biji Angkak | Tidak Terdaftar/Ilegal | Kab. Tangerang |
| 8 | Fung Seh Gu Tong Wan | Deksametason, Piroksikam, Prednison | Jakarta Barat |
| 9 | Tawon Serbuk | Piroksikam, Parasetamol, Diklofenak | Kab. Lamongan |
| 10 | Jamu Gemuk Herbal Incess | Tidak Terdaftar/Ilegal | Kota Balikpapan |
BPOM menegaskan bahwa secara regulasi, obat bahan alam haram hukumnya mengandung bahan kimia obat seperti sildenafil sitrat, fenilbutazon, atau parasetamol. Pencampuran bahan-bahan ini secara serampangan dapat memicu efek samping fatal bagi tubuh manusia.
“Konsumsi obat alam yang dicampur bahan kimia obat dapat menyebabkan tekanan darah tidak stabil, serangan jantung, kerusakan hati dan ginjal, hingga risiko kematian,” tegas BPOM RI.
Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk kesehatan apa pun guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.






































