Buntut Kasus Rasisme ke Vinicius Jr, Bintang Muda Benfica Gianluca Prestianni Resmi Disuspensi UEFA

    Kilnas.com – Badan sepak bola Eropa, UEFA, menjatuhkan skors sementara satu pertandingan kepada winger Benfica, Gianluca Prestianni, menyusul dugaan perilaku diskriminatif dalam laga Liga Champions melawan Real Madrid.

    Sanksi tersebut membuat pemain asal Argentina itu dipastikan absen pada leg kedua playoff yang akan digelar di Santiago Bernabeu, Rabu mendatang. Real Madrid saat ini unggul agregat 1-0 usai kemenangan tipis di leg pertama di Lisbon.

    Penyelidikan Masih Berjalan

    UEFA menyatakan bahwa hukuman ini bersifat sementara sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut. Lembaga tersebut telah menunjuk Inspektur Etik dan Disipliner untuk menyelidiki dugaan ucapan rasis yang diarahkan kepada penyerang Real Madrid, Vinicius Junior.

    “Keputusan ini tidak mengesampingkan putusan akhir yang mungkin diambil oleh badan disiplin UEFA setelah penyelidikan selesai,” tulis UEFA dalam pernyataan resminya.

    Insiden terjadi pada leg pertama yang sempat dihentikan selama 11 menit. Tayangan televisi memperlihatkan Prestianni beberapa kali menutupi mulutnya dengan jersey sebelum melontarkan komentar yang ditafsirkan Vinicius dan rekan-rekannya sebagai penghinaan rasial.

    Wasit asal Prancis, Francois Letexier, kemudian mengaktifkan protokol anti-rasisme FIFA dan menghentikan pertandingan sementara waktu.

    Mbappe dan Tchouameni Ikut Bersaksi

    Penyerang Madrid, Kylian Mbappe, terlihat mendekati Prestianni dan dalam rekaman siaran tampak menyebutnya sebagai “bloody racist”. Mbappe mengaku mendengar langsung ucapan tersebut beberapa kali. Tuduhan serupa juga dilontarkan gelandang Madrid, Aurelien Tchouameni.

    Mbappe bahkan menyebut sempat ingin meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes, namun dibujuk oleh Vinicius untuk melanjutkan pertandingan.

    “Kami tidak bisa menerima ada pemain di kompetisi elite Eropa yang berperilaku seperti itu. Dia tidak pantas bermain lagi di Liga Champions,” ujar Mbappe kepada media.

    Bantahan dan Respons Benfica

    Prestianni membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan Vinicius salah memahami apa yang didengarnya. Klubnya, Benfica, menyampaikan keberatan atas skors yang dijatuhkan sebelum proses investigasi selesai dan berencana mengajukan banding, meski mengakui kecil kemungkinan keputusan itu berubah sebelum laga leg kedua.

    Sementara itu, Vinicius mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial. Ia menulis bahwa insiden semacam itu bukan hal baru dalam hidupnya maupun keluarganya, serta menyebut para pelaku rasisme sebagai pengecut.

    Kritik untuk Mourinho

    Organisasi anti-diskriminasi Kick It Out turut angkat suara. Mereka menilai komentar pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang menyebut selebrasi Vinicius memicu penonton, sebagai bentuk pengalihan isu atau gaslighting.

    Mourinho sendiri tidak akan mendampingi timnya di leg kedua setelah menerima kartu merah akibat protes keras pada pertandingan pertama.

    Dengan situasi yang masih berkembang, UEFA menegaskan akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut setelah proses investigasi selesai. Kasus ini kembali menyoroti tantangan serius sepak bola Eropa dalam memberantas diskriminasi di level tertinggi kompetisi.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini