Badminton World Federation Ubah Format Turnamen Jadi 11 Hari, Alwi Farhan Soroti Dampaknya

    Kilnas.com – Wajah turnamen bulu tangkis dunia bakal berubah drastis mulai tahun 2027. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) berencana memperpanjang durasi turnamen level Super 1000—seperti Indonesia Open dan All England—menjadi 11 hari.

    Kebijakan ini memicu reaksi dari para atlet, termasuk tunggal putra masa depan Indonesia, Alwi Farhan. Juara Indonesia Masters 2026 tersebut melihat adanya pedang bermata dua dalam format baru ini.

    Fisik Lebih Fit, Mental Terancam Bosan

    Dalam format baru tersebut, sektor tunggal akan diikuti oleh 48 pemain dengan sistem fase grup sebelum masuk ke babak gugur. Sedangkan sektor ganda tetap diikuti 32 pasangan dengan sistem gugur langsung.

    Alwi menilai durasi yang lebih panjang akan memberikan keuntungan dari sisi fisik, namun menantang dari sisi mentalitas atlet.

    “11 hari itu pasti terasa lebih bosan sebenarnya, tapi sisi positifnya saat balik main lagi tubuh pasti lebih fit. Jadi saya rasa ada plus dan minusnya,” ujar Alwi saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Kamis (19/2/2026).

    Meski demikian, Alwi menegaskan bahwa sebagai atlet profesional, adaptasi adalah harga mati. Ia berkomitmen untuk memaksimalkan kondisi apapun yang ditetapkan oleh federasi dunia demi menjaga performa di lapangan.

    Optimisme dari Sisi Medis dan Kualitas Permainan

    Senada dengan Alwi, Kabid Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, memberikan pandangan dari sudut pandang organisasi. Menurut pria yang akrab disapa Koh Rudy ini, format 11 hari merupakan solusi untuk menjaga kualitas kompetisi.

    Berikut adalah beberapa poin nilai tambah yang disoroti:

    • Waktu Istirahat Optimal: Dengan durasi lebih panjang, jadwal tanding tidak lagi sepadat format 6 hari yang melelahkan.
    • Fokus Lapangan: Turnamen nantinya hanya akan menggunakan dua lapangan pertandingan utama, sehingga sorotan penonton dan siaran televisi menjadi lebih fokus.
    • Performa Terjaga: Waktu pemulihan (recovery) yang memadai diharapkan dapat meminimalisir risiko cedera pemain bintang.

    “Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen,” jelas Bambang melalui keterangan resmi PBSI.

    Perubahan ini menandai era baru bagi turnamen elit BWF. Dengan sistem fase grup di sektor tunggal, penonton akan disuguhkan lebih banyak pertandingan antar pemain top dunia sejak hari-hari pertama turnamen dimulai.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini