Beranda blog

Iswar Apresiasi Pendampingan Mahasiswa Soegijapranata Catholic University Semarang ke UMKM Bikin Naik Kelas

0

SEMARANG (Kilnas.com) – Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin membuka kegiatan Expo, Talkshow, dan Workshop KKU/KKS/KKN Tematik Soegijapranata Catholic University yang digelar di Kampus 1 Universitas tersebut, Selasa (30/6). Kegiatan ini menjadi ajang unjuk hasil pendampingan terhadap 104 Usaha Mikro dan 27 PKK tingkat RT di wilayah Kota Semarang, serta 4 SMA, yang dilakukan oleh 810 mahasiswa selama dua bulan masa Kuliah Kerja Usaha, Kuliah Kerja Sinergis, dan KKN Tematik semester genap tahun akademik 2025/2026.

Dalam sambutannya, Iswar mengapresiasi dampak nyata yang dirasakan pelaku usaha mikro dan PKK dari proses pendampingan tersebut. Ia menyebut sejumlah UMKM bahkan sempat menolak pesanan karena kapasitas produksi belum mampu mengimbangi tingginya permintaan pasar setelah mendapat pendampingan.

“Ini adalah sebuah peluang yang sangat besar bahwa ternyata permintaan masyarakat dari hasil karya nyata anak-anak mahasiswa membuat mereka kewalahan menerima order dari konsumen,” ujar Iswar.

Ia menilai temuan tersebut menjadi sinyal bahwa pendampingan ke depan perlu diperluas, tidak hanya pada aspek pemasaran, tetapi juga peningkatan kapasitas produksi agar pelaku usaha mikro dapat tumbuh lebih optimal.

Lebih jauh, Iswar mengaitkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan strategi besar Pemerintah Kota Semarang dalam mengelola kawasan aglomerasi. Ia mendorong Soegijapranata Catholic University untuk terus memperluas jangkauan KKN hingga ke desa-desa di sekitar Kota Semarang, sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekonomi kawasan penyangga.

“Kami mengkhawatirkan terjadinya urban sprawl, pertumbuhan yang tiba-tiba dan tidak terencana di kawasan pinggiran. Untuk itu desa-desa sekitar Kota Semarang juga perlu diberdayakan agar ekonominya turut terjaga,” kata Iswar.

Ia menambahkan, penguatan ekonomi di kawasan penyangga akan membantu menekan tekanan urbanisasi yang tidak terkendali ke pusat kota, sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan di wilayah aglomerasi Kota Semarang.

Acara yang turut dihadiri Rektor Soegijapranata Catholic University Setiawan Aji Nugroho dan Kepala LPPM Trihoni Nalesti Dewi ini menampilkan 136 stan pameran hasil pendampingan UMKM, PKK, dan SMA binaan mahasiswa KKN. Iswar menyampaikan apresiasi kepada universitas yang dinilai konsisten menghadirkan pengabdian nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kajian akademis di lingkungan kampus.

Wali kota Agustina Perkuat Pembangunan Keluarga sebagai Fondasi Mewujudkan Generasi Unggul

0

SEMARANG (Kilnas.com) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia. Baginya, keluarga merupakan ruang pertama dalam membentuk karakter, kesehatan, dan ketahanan mental anak, sehingga penguatan keluarga menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang unggul dan berdaya saing.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026 yang diperingati di Kantor Kecamatan Banyumanik, Senin (29/6). Peringatan ini dimaknai bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sebagai pengingat bahwa pembangunan kota harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas keluarga.

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, yang hadir mewakili wali kota saat membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, menegaskan bahwa keluarga menjadi titik awal dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan.

“Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremoni. Ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa setiap keluarga mampu menjadi tempat yang aman, penuh kasih sayang, dan mendukung tumbuh kembang anak agar siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas keluarga. Karena itu, pembangunan manusia perlu dimulai dari rumah melalui pemenuhan gizi yang baik, penguatan pendidikan karakter, serta pembentukan ketahanan mental anak sejak usia dini.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan kedua orang tua dalam pengasuhan. Peran ayah dan ibu yang berjalan seimbang diyakini mampu menciptakan lingkungan keluarga yang sehat secara emosional sekaligus memperkuat karakter anak.

“Perbaikan kualitas sumber daya manusia tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Kehadiran dan keterlibatan kedua orang tua dalam proses pengasuhan menjadi faktor penting dalam membangun kepribadian anak yang kuat,” katanya.

Wali kota Semarang juga mengajak seluruh keluarga untuk lebih adaptif menghadapi tantangan era digital. Pendampingan terhadap anak dalam penggunaan gawai, membangun komunikasi yang hangat di rumah, serta menciptakan lingkungan keluarga yang saling mendukung dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai persoalan sosial, seperti perundungan, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, maupun pengaruh negatif media digital.

Bagi Agustina, pembangunan keluarga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kota. Karena itu, berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan keluarga, percepatan penurunan stunting, perlindungan perempuan dan anak, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan seluruh elemen masyarakat.

Menutup kegiatan tersebut, Handi mengajak seluruh masyarakat menjadikan keluarga sebagai pusat pendidikan karakter sekaligus ruang yang paling nyaman bagi setiap anggota keluarga.

“Keluarga yang kuat tidak hanya dibangun melalui program pemerintah, tetapi juga melalui kepedulian, komunikasi, dan kebersamaan yang tumbuh setiap hari di dalam rumah. Pemerintah Kota Semarang akan terus menghadirkan berbagai kebijakan yang mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, harmonis, dan tangguh sebagai fondasi kemajuan Kota Semarang,” pungkasnya.

Hadiri Soekarno Run 2026, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Perkuat Sinergi Sport Tourism Antarwilayah

0

SOLO (Kilnas.com) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menghadiri Soekarno Run 2026 di kawasan Alun-Alun Utara Surakarta, Minggu (28/6). Kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang dalam mempererat kolaborasi antardaerah melalui sport tourism, yang kini menjadi salah satu penggerak pariwisata sekaligus ekonomi masyarakat.

Menurut Agustina, penyelenggaraan event olahraga saat ini telah menjelma menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai daerah. Selain mendorong gaya hidup sehat, kegiatan semacam ini juga menjadi sarana mempromosikan destinasi wisata, menggerakkan UMKM, serta memperluas jejaring kerja sama antardaerah.

“Setiap daerah memiliki keunggulan yang bisa saling melengkapi. Melalui event seperti ini, kita tidak hanya bertemu dalam suasana olahraga, tetapi juga memperkuat jejaring, saling mendukung promosi daerah, dan bersama-sama membangun ekosistem sport tourism yang makin maju,” ujarnya.

Kehadiran ribuan peserta Soekarno Run tersebut memberikan dampak ekonomi bagi Kota Surakarta, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM.

Bagi Agustina, kehadiran ribuan peserta Soekarno Run menjadikan event olahraga memiliki nilai strategis bagi daerah. Ramainya peserta dan wisatawan tidak hanya menciptakan perputaran ekonomi, tetapi juga memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat yang datang dari berbagai penjuru.

“Event olahraga memiliki efek domino yang sangat besar. Ketika peserta dan wisatawan datang, hotel terisi, transportasi bergerak, UMKM tumbuh, dan kuliner lokal ikut dikenal lebih luas. Karena itu, kolaborasi penyelenggaraan event antardaerah perlu terus diperkuat,” katanya.

Di sela kegiatan, Agustina juga menyempatkan menikmati sate kere, salah satu kuliner legendaris khas Solo. Baginya, pengalaman menikmati kuliner lokal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan sebuah event. Kehadiran peserta memberi kesempatan bagi setiap daerah untuk memperkenalkan cita rasa, budaya, dan keramahan warganya sebagai identitas yang menjadi daya tarik tersendiri.

Agustina meyakini sinergi antardaerah melalui penyelenggaraan event olahraga akan semakin memperkuat ekosistem sport tourism di Jawa Tengah. Melalui kolaborasi tersebut, setiap daerah dapat saling mendukung dalam mempromosikan potensi wisata sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Semarang, Ajak Warga Uri-uri Jejak Ulama, Makam Kiai Jungke Dinilai Berpotensi Hidupkan Sejarah dan Ekonomi Kampung

0

SEMARANG (Kilnas.com) – Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mengajak masyarakat untuk terus merawat dan melestarikan keberadaan situs-situs religi bersejarah di Kota Semarang. Menurutnya, upaya nguri-nguri warisan para ulama tidak hanya menjaga nilai spiritual dan sejarah, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata ziarah.

Hal tersebut disampaikan Iswar saat menghadiri Pengajian Akbar Haul sekaligus Peresmian Makam Kiai Jungke di Jalan Gendingan, Kelurahan Pandansari, Kecamatan Semarang Tengah, Sabtu (27/6) malam. Kiai Jungke yang juga dikenal sebagai Kiai Nayawangsa atau Sayyid Husain ini merupakan salah satu tokoh penyebar Islam di Kota Semarang pada masa awal perkembangan kota di abad ke-17.

Menurut Iswar, keberadaan Makam Kiai Jungke menjadi pengingat bahwa kemajuan Kota Semarang hari ini tidak lepas dari perjuangan para ulama dalam membangun kehidupan masyarakat melalui dakwah dan nilai-nilai kebaikan.

“Kita bisa berdiri di tengah kota dengan masyarakat yang makin baik hari ini, itu semua tidak lepas dari perjuangan dakwah yang beliau lakukan pada masa lampau. Warga Pandansari harus bangga karena di wilayah ini dimakamkan seorang tokoh besar. Tugas kita bersama adalah mengikuti jejak sekaligus meneladani perjuangan beliau,” ujarnya.

Dia mengapresiasi masyarakat yang selama ini secara swadaya terus merawat kawasan makam hingga akhirnya dapat diresmikan setelah melalui proses renovasi bertahap yang telah dirintis sejak beberapa tahun lalu.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh panitia dan warga yang telah menguri-uri makam beliau. Renovasi ini sudah kita komunikasikan sejak lama, bahkan sebelum masa pandemi. Komitmen masyarakat menjaga aset sejarah seperti ini patut kita dukung bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Iswar menilai keberadaan Makam Kiai Jungke tidak hanya memiliki nilai sejarah dan keagamaan, tetapi juga berpotensi menjadi pusat aktivitas ziarah yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Makin banyak peziarah yang datang, makin besar pula peluang tumbuhnya usaha-usaha warga di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, Iswar juga mengingatkan bahwa Semarang Tengah sebagai salah satu kawasan tertua di Kota Semarang masih memiliki banyak makam tokoh dan ulama yang perlu mendapat perhatian bersama agar tidak hilang di tengah pesatnya perkembangan kota.

“Semarang Tengah ini menyimpan banyak jejak sejarah para ulama. Saya mendengar masih ada makam-makam tua yang kondisinya belum terawatt dengan baik. Mari kita jaga Bersama agar warisan sejarah Kota Semarang tetap lestari dan dapat dikenalkan kepada generasi mendatang,” tegasnya.

Wakil Wali Kota berharap, peringatan haul tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi menjadi titik awal tumbuhnya kegiatan keagamaan yang rutin di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti pengajian, selawatan, maupun majelis taklim akan mempererat ukhuwah warga sekaligus menghidupkan kawasan melalui aktivitas ziarah.

“Kalau rutinan seperti pengajian atau selawatan terus dihidupkan, insyaallah silaturahmi antarwarga makin kuat, keberkahan akan hadir, dan aktivitas ziarah juga akan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar Pandansari,” pungkasnya.

Gandeng LAN Jateng, Ditresnarkoba Polda Jateng Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Lampu Merah

0

Semarang (Kilnas.com) – Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Traffic Light Kalibanteng dan Simpang Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Jumat (26/6/2026) pagi.

Sejumlah personel kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Jateng bersama pengurus Lembaga Anti Narkotika (LAN) Jateng yang dipimpin Ketua Bejo Sukarminto mendadak “mengepung” jalanan dan mencegat para pengguna jalan.

​Bukan untuk melakukan razia kendaraan, aksi turun ke jalan ini ternyata merupakan gerakan massal dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.

​Momen krusial HANI 2026 ini dimanfaatkan oleh Ditresnarkoba Polda Jateng yang berkolaborasi apik dengan LAN Jawa Tengah untuk menggelar aksi simpatik.

Mereka terjun langsung memberikan edukasi kilat mengenai bahaya laten narkotika yang mengancam generasi bangsa.

​Tidak hanya melakukan orasi edukatif, petugas dan aktivis juga membagikan ratusan selebaran informasi yang mengupas tuntas dampak ngeri penyalahgunaan narkoba kepada para pengendara roda dua maupun roda empat yang sedang berhenti di lampu merah.

​Aksi Simpatik Jumat Berkah: Edukasi Sekaligus Bagi Sarapan Gratis

​Menariknya, karena peringatan HANI 2026 ini bertepatan dengan hari Jumat, aksi sosial ini dikemas secara kreatif.

Para petugas tidak hanya membagikan pamflet antinarkoba, tetapi juga membagikan ratusan menu sarapan gratis dalam program “Jumat Berkah”.

​Sontak saja, aksi humanis ini mendapat sambutan luar biasa dan apresiasi tinggi dari warga Kota Semarang yang melintas di dua titik padat tersebut.

​Kabag Bin OPS Ditresnarkoba Polda Jateng, AKBP Wiyoto, menyatakan pihak kepolisian memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LAN Jateng yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam kolaborasi menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba di momen HANI 2026 ini.

“Kami dari Ditresnarkoba Polda Jateng memberikan apresiasi setinggi-tingginya, kepada LAN Jateng yang telah berkolaborasi dalam rangka sosialisasi hari ini,” tandas AKBP Wiyoto.

​Senada dengan hal tersebut, Penasehat LAN Jateng, A. Masduki Rifat, SH, MSI, juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran Ditresnarkoba Polda Jateng.

​”Kami sangat berterima kasih kepada Ditresnarkoba Polda Jateng yang telah menggandeng LAN Jateng untuk bersama-sama turun ke jalan melakukan sosialisasi bahaya narkotika ini,” ujar Masduki Rifat.

​Selain itu, pihak LAN Jateng juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya, sehingga agenda pembagian menu sarapan Jumat Berkah dalam rangka HANI 2026 ini dapat berjalan sukses dan lancar.

​Melalui aksi nyata di jalanan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Semarang terhadap ancaman narkoba semakin meningkat, sekaligus mempererat hubungan humanis antara aparat, lembaga sosial, dan masyarakat luas.

Wali kota Agustina Tegaskan Budaya Jadi Kekuatan Semarang Menuju Kota Modern yang Harmonis

0

JAKARTA (Kilnas.com) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa budaya merupakan fondasi penting yang menjaga identitas sekaligus memperkuat kemajuan Kota Semarang. Di tengah perkembangan sebagai kota metropolitan dan pusat perdagangan jasa, Semarang terus berkomitmen melestarikan tradisi dan nilai-nilai budaya sebagai kekuatan pemersatu masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Agustina saat membuka Gelar Seni dan Budaya Kota Semarang bertajuk Harmoni Semarang di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (21/6).

Menurut Agustina, Kota Semarang memiliki sejarah panjang sebagai kota pelabuhan yang tumbuh dari perjumpaan berbagai budaya, mulai dari Jawa, Tionghoa, Arab, hingga berbagai unsur budaya Nusantara lainnya. Keberagaman tersebut menjadi modal sosial yang terus dijaga dan dirawat hingga saat ini.

“Kota Semarang hadir membawa cerita panjang tentang kota yang tumbuh dari pertemuan berbagai budaya. Keberagaman itu bukan menjadi pemisah, tetapi justru menjadi kekuatan yang membuat Semarang tumbuh sebagai kota yang harmonis dan maju,” ujarnya.

Melalui pertunjukan Harmoni Semarang, masyarakat diajak menyaksikan perjalanan budaya Kota Semarang yang digambarkan melalui semangat kehidupan masyarakat, perjuangan para pahlawan dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang, hingga tradisi Dugderan yang menjadi simbol kebersamaan warga lintas agama dan lintas budaya.

Agustina menuturkan bahwa Dugderan merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Semarang. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi perayaan menyambut Ramadan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Dugderan menunjukkan bagaimana masyarakat Semarang hidup dalam keberagaman dan kebersamaan. Tradisi ini menjadi simbol bahwa budaya mampu menyatukan berbagai perbedaan menjadi kekuatan bersama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Agustina juga menegaskan pentingnya penyelenggaraan festival dan pergelaran budaya secara berkelanjutan. Menurutnya, festival budaya bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang pembelajaran, regenerasi, dan penguatan ekosistem seni budaya.

“Festival budaya harus terus hidup. Dari festival lahir ruang kreativitas, ruang pembelajaran, dan ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus mencintai budayanya. Budaya akan terus berkembang jika diberikan panggung dan kesempatan,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kota Semarang terus menghadirkan berbagai agenda budaya yang melibatkan komunitas seni dan masyarakat. Salah satu agenda besar yang akan digelar dalam waktu dekat adalah Festival Kota Lama pada September mendatang yang akan menampilkan beragam atraksi budaya khas Semarang, mulai dari pertunjukan seni tradisional, wayang, kuliner khas, hingga berbagai aktivitas yang menggambarkan kehidupan Semarang tempo dulu.

Selain itu, Agustina juga menyampaikan optimisme bahwa para pelaku seni Kota Semarang memiliki peluang besar untuk tampil di tingkat nasional maupun internasional. Ia mencontohkan keberhasilan kelompok seni Kota Semarang yang baru saja melakukan pertunjukan budaya di Rotterdam, Belanda, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat internasional.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa seni dan budaya Semarang memiliki kualitas yang mampu bersaing sekaligus menjadi duta budaya Indonesia di dunia internasional.

“Kami ingin anak-anak muda yang menekuni seni memiliki masa depan yang baik. Seni budaya bukan hanya warisan yang dijaga, tetapi juga peluang yang dapat membawa mereka tampil dan berprestasi di tingkat dunia,” ungkapnya.

Melalui berbagai upaya tersebut, Agustina berharap budaya dapat terus menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkokoh posisi Semarang sebagai kota yang modern, maju, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya dan tradisi.

“Kami ingin setiap orang yang datang ke Semarang merasakan kehangatan masyarakatnya, menikmati kekayaan budayanya, lalu pulang dengan kerinduan untuk kembali lagi ke Kota Semarang,” pungkasnya.

Wali Kota Agustina Siapkan Lebih Banyak Festival Seni dan Budaya pada 2027

0

SEMARANG (Kilnas.com) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, berencana memperbanyak penyelenggaraan festival seni dan budaya di Kota Semarang pada tahun 2027. Hal itu menurut wali kota merupakan strategi guna memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Agustina menegaskan bahwa festival menjadi instrumen penting untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya. Menurutnya, ruang pertemuan yang rutin bagi para pelaku seni akan mendorong lahirnya kreativitas, regenerasi, dan peningkatan kualitas karya budaya.

“Saya minta dibuat festival tari dan budaya di Kota Semarang. Dan saya harap ini festival yang terus-menerus dilakukan terhadap semua ikon budaya yang ada di Kota Semarang. Tanpa festival seni budaya tidak akan maju,” kata Agustina, Minggu (21/6) saat menghadiri gelar seni dan budaya Kota Semarang di TMII, Jakarta.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Semarang akan menjadikan pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi sebagai tema pembangunan tahun 2027. Dalam kerangka tersebut, berbagai festival budaya akan diperkuat dan digelar secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Agustina mengatakan, teori pengembangan seni dan budaya menunjukkan bahwa festival mampu mempertemukan para pelaku seni untuk berkompetisi secara sehat sekaligus saling belajar. Karena itu, festival harus menjadi agenda yang konsisten agar kualitas seni budaya terus meningkat dari waktu ke waktu.

Pada kesempatan tersebut, Agustina juga menegaskan bahwa Kota Semarang merupakan kota yang tumbuh dari perjumpaan berbagai budaya dan telah lama menjadikan toleransi sebagai kekuatan utama pembangunan. Melalui pertunjukan Harmoni Semarang, Pemkot Semarang memperkenalkan perjalanan sejarah kota, mulai dari dolanan bocah, semangat Pertempuran Lima Hari di Semarang, hingga tradisi Dugderan yang menjadi simbol persatuan warga lintas agama dan etnis.

Ia berharap semakin banyak panggung budaya yang digelar di Kota Semarang sehingga karya para seniman, pelajar, dan komunitas budaya dapat terus berkembang sekaligus menjadi daya tarik wisata.

Agustina menambahkan, rangkaian agenda budaya akan terus diperkuat, termasuk berbagai kegiatan dalam Festival Kota Lama pada September mendatang yang akan menampilkan pertunjukan seni, kuliner khas, jelajah sejarah, hingga berbagai atraksi budaya khas Semarang. Dengan langkah tersebut, Pemkot Semarang menargetkan seni dan budaya menjadi salah satu penggerak utama pariwisata dan ekonomi kota pada tahun-tahun mendatang.

Wali kota Agustina Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat untuk Hadirkan Program yang Lebih Tepat bagi Masyarakat

0

SEMARANG (Kilnas.com) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai langkah penting guna memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan ekonomi benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Kota Semarang, Kamis (18/6).

Agustina menegaskan bahwa manfaat terbesar dari Sensus Ekonomi adalah tersedianya data yang akurat untuk membantu pemerintah menghadirkan program yang lebih tepat sasaran, mulai dari penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan warga.

“Ketika data ekonomi masyarakat tercatat dengan baik, pemerintah bisa melihat kebutuhan yang sesungguhnya di lapangan. Dengan begitu, program bantuan usaha, pelatihan, akses permodalan, hingga penciptaan peluang kerja dapat diberikan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan,” ujar Agustina.

Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali ini akan mendata seluruh aktivitas usaha di Indonesia, mulai dari usaha rumahan, pedagang kecil, UMKM, hingga perusahaan besar. Pendataan tersebut akan menghasilkan gambaran nyata mengenai kondisi perekonomian masyarakat, sektor usaha yang berkembang, serta potensi ekonomi yang masih perlu didorong.

Bagi masyarakat Kota Semarang, hasil sensus nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih responsif. Pelaku UMKM dapat memperoleh dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan usahanya, investor dapat melihat potensi ekonomi daerah dengan lebih jelas, sementara pemerintah memiliki pijakan yang kuat untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata.

“Setiap data yang diberikan masyarakat akan menjadi dasar dalam merancang kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan warga. Karena itu, semakin lengkap data yang diperoleh, semakin tepat pula program yang bisa disiapkan pemerintah,” jelasnya.

Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, Kota Semarang memiliki peran strategis dalam menyukseskan pelaksanaan sensus ekonomi. Data yang dihasilkan dari Kota Semarang tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi tingkat provinsi maupun nasional.

Agustina menambahkan, Sensus Ekonomi juga menjadi peluang untuk memastikan keberadaan usaha-usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dapat terpetakan dengan lebih baik. Dengan data tersebut, pemerintah dapat menyusun program pemberdayaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang siap bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam mensosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Kolaborasi ini penting agar seluruh pelaku usaha memahami bahwa partisipasi mereka akan memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah di masa depan.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar, untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Data yang diberikan hari ini akan membantu pemerintah menghadirkan kebijakan yang lebih tepat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tegas Agustina.

Masyarakat juga tidak perlu khawatir mengenai keamanan informasi yang disampaikan. Seluruh data yang dikumpulkan oleh BPS dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, Pemkot Semarang berharap tersedianya data ekonomi yang semakin berkualitas sehingga pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran, kesempatan usaha dan kerja semakin terbuka, serta kesejahteraan masyarakat Kota Semarang terus meningkat dari waktu ke waktu.

MTQ Gajahmungkur Jadi Bagian Pemanasan Kota Semarang Menuju MTQ Nasional XXXI 2026

0

SEMARANG (Kilnas.com) – Semangat menyambut penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-XXXI tahun 2026 terus digaungkan hingga tingkat wilayah. Salah satunya melalui pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Gajahmungkur yang resmi dibuka di halaman Kantor Kecamatan Gajahmungkur, Rabu (17/6).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Semarang Elly Asmara, Ketua LPTQ Kota Semarang, Camat Gajahmungkur, unsur KUA, MUI, TNI-Polri, para lurah, dewan hakim, peserta, serta para pendamping.

Ketua Panitia, Alfrida, melaporkan bahwa MTQ tahun ini diikuti 246 peserta yang terdiri dari 126 peserta cabang MTQ dan 120 peserta lomba rebana. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan antusiasme yang besar terhadap syiar Al-Qur’an sekaligus menjadi modal penting bagi Kota Semarang dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah MTQ Nasional tahun depan.

Ketua Pelaksana Harian LPTQ Kota Semarang menyampaikan apresiasi atas konsistensi Kecamatan Gajahmungkur dalam melakukan pembinaan. Selama ini, Gajahmungkur dikenal sebagai salah satu kecamatan yang mampu melahirkan peserta berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional.

“MTQ tingkat kecamatan seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan berjenjang untuk mencetak qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama Kota Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Semarang Elly Asmara yang hadir mewakili Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ di tingkat kecamatan menjadi bagian dari ikhtiar besar Kota Semarang dalam menyambut MTQ Nasional ke-XXXI yang akan digelar pada 11–20 September 2026.

Menurutnya, persiapan sebagai tuan rumah tidak hanya menyangkut kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia serta penguatan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat. Karena itu, berbagai kegiatan MTQ mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan terus didorong sebagai ruang pembinaan sekaligus penguatan partisipasi masyarakat.

“Kami ingin MTQ Nasional 2026 tidak hanya sukses sebagai sebuah penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan dampak positif berupa semakin kuatnya budaya Qur’ani, meningkatnya kualitas generasi muda, serta tumbuhnya semangat kebersamaan masyarakat Kota Semarang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan MTQ Nasional menjadi momentum strategis untuk menunjukkan wajah Kota Semarang sebagai kota yang religius, toleran, inklusif, dan siap menyambut tamu dari seluruh Indonesia.

“Pemerintah Kota Semarang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan MTQ Nasional XXXI. Kesuksesan ajang ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kebanggaan seluruh warga Kota Semarang,” tambahnya.

Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Gajahmungkur ditandai dengan pemukulan bedug oleh Kabag Kesra Setda Kota Semarang. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir bibit-bibit unggul yang mampu berprestasi sekaligus memperkuat semangat Kota Semarang dalam menyongsong MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.

Pemkot Bersama Warga Masyarakat Rawat Harmoni dalam Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee ke-166

0

SEMARANG (Kilnas.com) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang mengapresiasi penyelenggaraan Pentas Panggung Malam Kesenian dalam rangka Perayaan Kedatangan Kimsin Yang Suci (YS) Poo Seng Tay Tee ke-166 sebagai wujud nyata pelestarian warisan budaya sekaligus penguat semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Semarang.

Mewakili Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Klenteng Besar Tay Kak Sie, panitia penyelenggara, relawan, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan rangkaian kegiatan yang telah berlangsung lebih dari satu setengah abad tersebut.

“Tradisi ini bukan sekadar seremoni keagamaan maupun kebudayaan. Perayaan ini telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah, budaya, dan identitas Kota Semarang,” ujar Iswar dalam sambutannya pada Pentas Panggung Malam Kesenian – Perayaan Kedatangan Kimsin Di Klenteng Besar Tay Kak Sie, Senin (15/6).

Menurutnya, Kota Semarang tumbuh dari keberagaman. Berbagai suku, agama, budaya, dan tradisi telah hidup berdampingan selama ratusan tahun, membentuk karakter Semarang sebagai kota yang terbuka, toleran, dan harmonis.

Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee menjadi salah satu warisan budaya yang memperkaya mosaik keberagaman tersebut. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya merawat nilai-nilai spiritual dan tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan antarsesama.

“Kesenian yang ditampilkan malam ini menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Seni dan budaya memiliki kekuatan membangun jembatan persaudaraan, mempererat silaturahmi, solidaritas sosial, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota yang kita cintai,” katanya.

Pemerintah Kota Semarang memandang pelestarian budaya sebagai investasi untuk masa depan. Tradisi yang tetap hidup akan menjadi kekuatan budaya dalam memperkokoh identitas Kota Semarang di tengah arus globalisasi yang terus berkembang.

Karena itu, Pemkot Semarang terus mendorong agar berbagai ekspresi kebudayaan, kegiatan keagamaan, dan tradisi masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Semakin banyak ruang yang tersedia bagi ekspresi budaya, semakin kuat pula daya tarik Kota Semarang sebagai kota budaya, kota wisata, dan kota yang ramah bagi semua,” imbuhnya.

Selain memiliki nilai budaya dan spiritual, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Kehadiran masyarakat dan wisatawan dalam berbagai perayaan budaya diyakini mampu menggerakkan UMKM serta sektor pariwisata.

Iswar berharap Pentas Panggung Malam Kesenian dan seluruh rangkaian Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee dapat terus menjadi agenda budaya yang membanggakan Kota Semarang.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat semangat gotong royong, toleransi, dan kolaborasi. Kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya menjaga harmoni, merawat warisan budaya, serta membangun kehidupan yang inklusif dan saling menghormati,” tegasnya.

Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee ke-166 sendiri berlangsung pada 14–16 Juni 2026 dengan pusat kegiatan di Klenteng Tay Kak Sie. Tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Kimsin Kongco Poo Seng Tay Tee dari Zhangzhou Baijiao Ciji Ancestral Temple Management Committee, Tiongkok, hadir dalam rangkaian perayaan di Semarang. Kehadiran tersebut menjadi simbol eratnya hubungan sejarah dan spiritual komunitas Tionghoa Semarang dengan akar budayanya di Tiongkok.

Rangkaian kegiatan meliputi doa bersama, prosesi sakral di klenteng, pentas kesenian, hingga Kirab Budaya Akbar yang menjadi puncak perayaan dan melibatkan ribuan umat serta masyarakat umum. Seluruh kegiatan terbuka bagi masyarakat sebagai bentuk perayaan bersama atas kekayaan budaya Kota Semarang.

“Selamat menikmati pentas panggung malam kesenian. Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, aman, dan membawa berkah bagi kita semua,” pungkas Iswar.